Diantara
ketaatan yang paling mulia dan ibadah serta taqarrub yang paling agung yang
semestinya dijalankan oleh seorang muslim adalah berdo'a, karena di dalam do'a tersebut terkandung rasa pengakuan terhadap kebesaran
Allah Yang Maha Menciptakan dan kekuatanNya, serta kekayaanNya, juga kekuasaanNya,
dan di dalam do'a juga terkandung kerendahan seorang hamba dan kebutuhannya di
hadapan Tuhannya yang Mahapencipta dan Mahatinggi.
Allah swt telah
memerintahkan kita untuk berdo'a dan Dia telah menjanjikan untuk mengabulkan
permohonan kita. Firman Allah Ta'ala:
186. Dan apabila
hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku
adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon
kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan
hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
QS. Al-Baqarah: 186.
Dan manusia dalam masalah do'a ini terbagi menjadi
tiga kelompok: Di antara manusia itu ada yang menyeru selain Allah, mereka
adalah orang-orang musyrik, namun jika mereka mengikhlaskan do'a mereka dalam
kondisi yang kritis maka do'a tersebut bermanfaat bagi mereka.Firman Allah
Ta'ala:
65. Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa
kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; Maka tatkala Allah
menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali)
mempersekutukan (Allah). QS. Al-Ankabut: 65
Sama dengan kondisi
ini: seorang muslim yang berdo'a kepada Allah dalam kondisi kritis dan bencana,
namun apabila kondisi lapang datang maka dia lupa dan lalai berdo'a kepada
Allah.
Dari Abi Hurairah ra
berkata: Nabi saw bersabda: Barangsiapa yang senang agar Allah mengablkan
baginya pada saat kritis dan bencana
maka hendaklah dia memperbanyak do'a pada kondisi lapang".[1]
Di antara manusia ada
yang diberikan oleh Allah karunia yang luas namun mereka tidak bersykur namun
mereka tetap angkuh dan sombong. Allah berfirman tentang orang-orang seperti
ini:
60. Dan Tuhanmu
berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan
masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". QS. Gafir: 60
Di antara mereka adalah kaum mu'minin yang mengetahui
kekuasaan Tuhan mereka dan mereka meyakini bahwa tidak ada kebahagiaan dan
kemenangan di dunia akherat kecuali dengan Allah. Allah berfirman memuji mereka:
90. Sesungguhnya
mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan)
perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan
cemas[. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada kami. QS. AL-Anbiya':
90
Nabi saw menjelaskan
keutamaan berdo'a bagi umatnya di dalam sebuah sabda beliau:Tidak ada sesuatu
yang lebih mulia di sisi Allah selain do'a".[1]
Dan dari Anas dia
berkata: Nabi saw bersabda: sering-seringlah menyebut asma Allah Yang Maha
Tinggi dan Maha Mulia".[2]
Nabi saw menjelaskan
di dalam sabdanya bahwa sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla senang terhadap
seorang hamba yang banyak berdo'a dan sikap yang memelas dan memaksa. Seorang
penyair berkata:
Janganlah kau meminta
kepada Anak Adam suatu kebutuhan
Mintalah kepada Zat
yang pintuNya tidak pernah tertutup
Allah murka jika
engkau meninggalkan meminta kepadaNya
Dan anak Adam akan
marah jika engkau meminta kepadanya
Di dalam sya'ir yang
digantngkan pada tembaok ka'bah seorang penya'ir jahili berkata:
Dan Allah tidak
memiliki sekutu siapapun
Maha Mengetahui apa
yang disembunyikan oleh hati
Orang yang meminta
kepada manusia, maka mereka menghalanginya
Dan orang yang meminta
kepada Allah tidak akan pernah kecewa
Dan wajib bagi orang
yang berdo'a untuk memperhatikan perkara di bawah ini:
Pertama: Ikhlas semata
karena Allah di dalam berdo'a. Dari Nu'man bin Basyir ra berkata: Rasulullah
saw bersabda: "Doa itu adalah ibadah".
Allah swt telah
menjelaskan di dalam Al-Qur'an tentang
wajibnya ikhlas di dalam menjalankan ibadah:
5. Padahal mereka
tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan
kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus…". QS.Al-Bayyinah: 5
[2] Sunan Turmudzi: 5/455 no: 3370 Abu Isa berkata: Hadits ini adalah
hadits hasan garib dan dishahihkan oleh Al-Abani di dalam kitab shahih Turmidzi
3/138
[3] Sunan Turmudzi: 5/539 no: 3524 dan Abu Isa berkata: Hadits ini garib
dan shahihkan oleh al-Bani di dalam shahihut Turmudzi: 3/172
[1] Sunan Abu Turmudzi: 5/462 no: 3382 dan dia berkata: Hadits garib dan
dishahihkan oleh Albanidi dalam shahihl jami' shagir no: 6290
Kedua: Hendaklah
seorang hamba tidak tergesa-gesa dalam mengharap terkabulnya do'a, sebab Allah
swt lebih mengetahui apa yang lebih maslahat bagi hambaNya, dan tidaklah
seseorang berdo'a kecuali Allah akan memberikan dan mengabulkan permohonannya
baik dengan diberikan apa yang mintanya, atau dengan dipalingkan darinya
keburukan yang sebanding dengan do'anya atau akan disimpankan baginya dengan
do'a tersebut pahala di akherat, sebgaimana yang dijelaskan di dalam hadits
yang shahih dari nabi saw[1], oleh
karena itulah Nabi saw melarang orang yang tergesa-gesa dalam berdo'a. Dari Abi
Hurairah ra bahwa sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Salah seorang di antara
kalian akan dikablkan do'anya selama dia tidak tergesa-gesa, dia berkata: Aku
telah memohon namun do'aku tidak dikabulakn ".[2]
Ketiga: Tidak berdo'a
untuk berbuat dosa dan memutuskan silaturrahmi
Dari Abi Hurairah ra
berkata: Rasulullah saw bersabda: Seorang hamba senantiasa akan dikabulkan
do'anya selama dia tidak berdo'a dalam rangka berbuat dosa dan berdo'a untuk
memtuskan silatrrahmi".[3]
Keempat: Agar hati
orang yang berdo'a hadir saat dirinya berdo'a, hatinya mengahadap kepada Allah
saat dirinya bermunjat kepadaNya dengan penuh kekhusyu'an dan ketenangan dan
yakin kalau do'anya akan dikabulkan.
Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda:
Berdo'alah kepada Allah dan yakinlah bahwa do'a kalian dikabulkan oleh Allah,
dan ketahuilah bahwa Allah tidak menerima do'a orang yang hatinya lalai dan
lupa".[4]
Kelima: Bertaqwa
kepada Allah dengan menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Firman Allah
Ta'ala:
11. Sesungguhnya Allah
tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada
pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap
sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada
pelindung bagi mereka selain Dia. QS.Al-Ra'd:11
Sebagian ulama salaf
berkata: Janganlah engkau merasa bahwa do'amu terlambat dikablkan padahal
dirimu telah menghalangi terkabulnya do'a itu dengan melanggar berbagai
kemaksiatan.
Seorang penyair
berkata:
Kita selalu menyeru
Tuhan kita dalam setiap kesusahan
Lalu melupakanNya saat
kesusahan tersebut menghilang
[1] Lihat: Musnad Imam Ahmad: 3/18
[2] HR. Al-Bukhari: 4/161 no: 6340 dan Muslim 4/2095 no: 2735
[3] Bagian dari hadits yang terdapat di dalam shahih Muslim: 4/2096 no:
2735
[4] Sunan Turmudzi: 5/517-518 no: 3479 dan dihasankan oleh Albani di
dalam hadits-hadits yang shahih no: 594
Bagiamana kita
mengharap agar do'a segera dikabulkan
Padahal jalan
terkabulnya kita halangi dengan kemaksiatan
Keenam:
Kita
harus menyadari bahwa di antara
perbuatan paling utama yang bisa menghalangi terkabulnya do'a adalah memakan makanan yang haram, namaun sangat
menyedihkan bhawa banyak di antara kita yang tidak memperhatikan masalah ini
Dari Abi Hurairah ra
berkata: Rasulullah saw bersabda: Akan datang kepada manusia suatu masa di mana
seseorang tidak menghiraukan dengan apakah dia mengambil hartanya apakah dari
sumber yang halal atau dari sumber yang haram".[1]
Contaohnya adalah
sebagian orang kita lihat mengambil harta orang lain secara zalim dan paksa, di
antara mereka ada yang mengambilnya dengan cara menipu dan berbohong, di antara
mereka ada yang mengurangi hak para pekerja, di antara mereka ada yang
mengifestasikan hartanya pada bank-bank riba atau mengelola harta mereka dengan
perniagaan dan teransaksi yang diharamkan atau transaksi yang tidak jelas halal dan haramnya.
Dari Abi Hurairah ra
berkata: Rasulullah saw bersabda: Wahai sekalian manusia!, sesungguhnya Allah
itu Maha baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah
memerintahkan kepada orang-orang yang beriman apa yang diperintahkan kepada
para rasul. Allah Ta'la berfirman:
51. Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang
baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. QS. Al-M'minun:51
Allah berfirman:
172. Hai orang-orang yang beriman, makanlah di
antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu.
QS.
Al-Baqarah: 172
Kemudian beliau
menceritakan tentang seorang lelaki yang mengadakan perjalanan yang panjang
dalam keadaan rambut yang acak-acakan dan kumal lalu dia menengadahkan kedua
tangannya ke langit seraya berdo'a: Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku, padahal
makanannya haram, minumannya haram dan pakiannya haram dan diberikan makan dari
sumber yang haram, lalu bagaimana do'anya bisa dikabulkan".[1]
Para
ulama telah menyebutkan beberapa adab di dalam berdo'a dan hal tersebut telah
mereka sebutkan di dalam kitab-kitab mereka. Maka hendaklah bagi seorang hamba
untuk menggali dan mengamalkannya. Di antara adab tersebut adalah agar orang
yang berdo'a tersebut memulai do'anya dengan mengucapkan pujian dan pujaan
kepada Allah dengan segala pujian yang dimilikiNya, kemudian mengucapkan
shlawat dan salam kepada Nabi saw, meminta dengan tekad yang kuat maka
janganlah dia berdo'a dengan mengatakan: Ya Allah jika Engkau menghendaki maka
ampnilah diriku dan yang sepertinya. Dan hendaklah dia mengangkat tangannya
saat berdo'a sambil menghadap ke kiblat dan dalam keadaan suci, serta berdo'a
dengan mengakui semua dosa-dosanya dan karunia Allah atas dirinya. Di antara
adab saat berdo'a adalah memperlihatkan kebutuhan yang tinggi kepada Allah dan
mengadukan semua
[1] HR. Muslim: 2/73 no: 1015
[1] Shahihul Bukhari: 2/84 no: 2083
permasalahan
kepadaNya, dan agar orang yang berdo'a tidak melampui batas di dalam do'anya.
Semua adab-adab berdo'a tersebut telah dijelaskan di dalam sunah-sunnah yang
shahih dari Nabi saw. Dan hendaklah orang yang berdo'a memanfaatkan waktu-waktu
mustajab diterimanya do'a, seperti pada saat bersujud, di antara azan dan
iqomah, pada pertengahan malam, sore hari jum'at, pada saat turunnya hujan,
saat berbuka bagi bagi orang yang berpuasa, pada saat lailatul qodar, pada hari
Arofah, setelah mengerjakan shalat yang diwajibkan, pada saat azan untuk shalat
wajib, saat iqomah, pada saat pasukan berangkat berperang di jalan Allah, pada
saat bangun malam dan berdo;a dengan do'a yang dianjurkan. Semua saat mstajab
ini telah dijalaskanoleh sunnah Nabi saw yang shahih.
Dan telah
dijelaskan oleh Nabi saw di dalam hadits-hadits beliau tentang orang-orang yang
diterima do'anya, di antaranya adalah orang yang mendo'akan saudaranya yang
berada di tempat lain, imam yang adil, do'a anak yang shaleh dan do'a orang
yang bangkit dari tidurnya lalu berdo'a dengn do'a yang diperintahkan oleh
Rasulullah saw dan do'a-do'a lainnya.
Dari Abi
Hurairah ra, Nabi saw bersabda: Do'a orang yang dizalimi diangkat oleh Allah di
atas awan, dan dibukakan baginya pintu-pintu langit dan Allah berfirman: Demi
Keagungan dan KemuliaanKu sesungguhnya Aku akan menolongmu sekalipun setelah
beberapa saat".[1]
Dan Nabi
saw memilih do'a-do'a yang mengandung makna gelobal pada saat beliau berdo'a.
Beliau berdo'a dengan do'a ini:
201. "Ya Tuhan kami,
berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami
dari siksa neraka".
QS. Al-Baqarah: 201
Dan beliau
banyak berdo'a dengan mengatakatan:
يَا مُقُلِّبَ اْلقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنَكَ
"Wahai Zat Yang Membolak balikkan hati
tetapkanlah hatiku di atas agamamu".
Dan beliau berkata kepada Ali:
Berdo'alah dengan mengatakan:
اللهم اهدني
وسددني
Ya Allah berikanlah kepadaku hidayah
dan mudahkanlah aku kepada kebenaran".
Dan beliau mengajarkan Aisyah untuk
berdo'a pada saat lailatl qodar dengan mengatakan:
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
"Ya Allah
seseungguhnya Engkau Tuhan Yang Maha Memaafkan maka maafkanlah
aku".
Dan
banyak lagi do'a-do'a yang lainya.
Segala
puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan
salam kepada Nabi kit Muhammad dan seluruh keluarga dan shahabatnya.
[1] Sunan Tirmidzi: 5/578 no: 3598 dan Abu Isa mengatakan: Hadits ini hasan.
[1] Sunan Tirmidzi: 5/578 no: 3598 dan Abu Isa mengatakan: Hadits ini hasan.




0 Komentar