Oleh : Ustaz Iwan Januar
1. Mengajarkann dendam
2. Selalu memenangkan anak
3. Membiarkan sifat rakus
“Setiap anak dilahirkan diatas fitrah. Kedua orang tuanyalah
yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Sebagaimana permisalan hewan
yang dilahirkan oleh hewan, apakah kalian melihat pada anaknya ada yang
terpotong telinganya?”(HR.Bukhari)
Nash diatas adalah patokan awal dalam pembinaan anak dalam
keluarga. Agama Islam mejelaskan bahwa setiap anak terlahir fitrah, yakni
kecenderungan unutk hanif, lurus pada agama Allah. Tak ada anak yang terlahir
dalam keadaan cacat kepribadian, sampai kedua orang tuanya bermasalah yang
menjadikan anak itu menjadi pribadi yang bermasalah.
Dalam Hadist diatas, Nabi SAW. Mengatakan, “Apakah kalian
melihat pada anak (hewan) ada yang terpotong telinganya?”, sebagai ungkapan
bahwa anak itu lahir bersih laksana anak binatang yang lahir dengan telingnya
yang utuh samapi kemudian pemilik binatang itulah yang memotong telinga hewan
tersebut. Dalam keluarga, yang bias “memotong telinga” anak sampai rusak sudah tentu orang tua.
Pantaslah bila Rasulullah SAW mendorong orang tua untuk
terus mendidik anak-anak dengan Pendidikan yang baik.
“Seorang yang mendidik
anaknya maka lebih baik baginya ketimbah bersedekah satu sha” (HR.
Tirmidzi)
Maka ketika kita melihat anak tumbuh dengan pribadi negative
seperti pendendam, rakus, selfish, sebenarnya itu tidaklah muncul tiba-tiba. Ada
proses “penanaman” akhlak-akhlak negative yang menahun pada mereka.
Oleh sebab itu, tanamkan pribadi yang baik sejak dini agar
anak memiliki akhlak yang baik.

0 Komentar