1.
Beriman
dan beramal shalih dengan sebenarnya
Saran yang paling agung yang merupakan sarana pokok dan dasar bagi
tergapainya hidup bahagia adalah : beriman dan beramal shalih :
“Barang siapa yang mengerjakan amal shalih,
baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan ia beriman, maka sesungguhnya akan
kami karuniakan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri
balasa kepada meraka dengan pahala yang lebih baik dari pada yang telah mereka
lakukan” (An-Nahl: 97)
Sebabnya
jelas, karena orang-orang yang beriman kepada Allah dengan iman yang benar lagi
membuahkan amal shalih yang mampu memperbaiki hati, akhlak, urusan duniawi dan
ikhrawi, mereka memiliki prinsip-prinsip mendasar dalam menyambut datangnya
kesenangan dan kegembiraan, ataupun datangnya guncangan, kegundahan dan
kesedihan.
2.
Berperilaku
baik melalui ucapan, perbuatan dan segala bentuk Al-Ma’ruf
Diantara sarana untuk menghilangkan kegundahan,
kesedihan dan kegelisahan adalah :
Berperilaku baik kepada orang lain melalui ucapan,
perbuatan dan segala bentuk al-ma’ruf (kebajikan). Semua itu adalah kebaikan
untuku diri dan tindak kebajikan untuk orang lain. Lantaran kebajikan itu dan
sesuai dengan kadar kebijakan itu jua, Allah menangkis segala kegundahan dan
kesedihan, baik untuk orang yang berperilaku baik atau untuk orang yang jahat.
Hanya saja, yang diperoleh orang mukmin lebih
sempurna. Ia unggul karena kebaikannya timbul dari keikhlasan dan keberharapan
hanya pada Allah.
3. Menyibukkan
diri dengan melakukan suaru pekerjaan atau mengkaji suatu ilmu yang bermanfaat
Hal ini dapat membuat hari melupakan kekaluran dengan
melupakan hal-hal yang mengguncang itu. Bisa jafi ia, karena, dapat melupakan
beberapa penyebab yang telah membuatnya gundah dan sedih. Dengan demikian
jiwanya senang dan kesemangatannya tumbuh dan bertambah.
4. Konsentrasi
untuk menghadapi hari ini
Diantara saran dan dapat menangkis kesedihan dan
kecurangan hati adalah terputusnya pikiran sepenuhnya untuk memberikan perhatian
kepada pekerjaan hari ini yang sedang dihadapinya dan menghentikan pikiran dari
menoleh jauh kewaktu mendatang dari kesedihan menengok masa lampau.
Al-Huzn adalah kesedihan terhadap perkara-perkara yang
telah lampau yang tidak mungkin diputar atau di ralat.
Sedangkan al-hamm adalah kegundahan yang terjadi
disebabkan oleh rasa takut dan khawatir terhadap sesuatu yang mungkin terjadi
di masa mendatang.
Rasulullah SAW membagi segala kejadian menjadi dua
bagian :
1. Adalah
hal yang dimungkinkan seorang hamba berupaya meraihnya atau meraih yang mungkin
darinya, atau hal dimungkinkan ia menangkisnya atau meringankannya. Disinii
seorang hamba harus memunculkan daya upaya seiiring pertolongan kepada Alla,
sesembahannya
2. Adalah
hal yang tidak dimungkinkan ia melakukan itu semua. Disini seorang hamba harus
tenang, ridha dan pasrah
5. Memperbanyak
dzikir kepada Allah
Diantara saran paling besar untuk kelapangan hati
adalah memperbanyak berzikir kepada Allah. Berzikir ini memiliki pengaruh yang
mengagumkan bagi kelapangan dan ketentraman hari dan hilangnya kegelisahan dan
kegundahan.
6.
Mensyukuri
Berbagai Ni’mat Allah
Syukur adalah tingkatkan yang paling tinggi dan luhur.
Sampai-sampai sekalipun hamba itu dalam keadaan mengalami derita kefakiran atau
sakit ataupun cobaan lainnya, karena jika ni’mat-ni’mat Allah yang telah
dikaruniakan kepadanya yang hal itu tidak dapat dihitung ia bandingkan dengan
cobaan yang menimpanya, maka cobaan itu bukanlah apa-apa dibandingkan
ni’mat-ni’mat lain.
7. Pandanglah
kebawah, Anda akan melihat besarnya ni’mat Allah
Diantara sarana yang paling bermanfaat dalam hal ini
adalah menerapkan yang dibimbingkan Nabi SAW. Dalam hadist beliau bersabga
“Pandanglah
orang yang lebih bawah darimu (dalam hal materi), dan jangan kamu pandang orang
yang lebih atas darimu. Hal itu lebih cocok bagimi, agar kamu tidak merendahkan
ni’mat Allah yang dikaruniakanNya kepadamu.”
8.
Melupakan
cobaan yang telah lampau
Diantara sarana penyebab lahirnya kegembiraan dan
sirnanya berbagai kegundahan dan keruwetan adalah berupaya keras menyingkirkan
penyebab kegundaha itu dan meraih sarana yang dapat membuahkan kegembiraan.
Yaitu dengan melupakan cobaan-cobaan yang telah lampau
yang tidak mungkin diputar ulang, dan menyadari bahwa kekalutan hati dan
memikirkan hal ini adalah suatu tindakan sia-sia dan tidak dibenarkan oleh akal
yang sehat, dan bahwasanya memikirkan hal yang semacam itu aalah kebohongan dan
kegilaan.
9.
Memohon
Pembenahan Ilahi dalam Segala Urusan
Hal yang paling bermanfaat dalam meniti peristiwa di
masa mendatang adalah mengamalkan doa yang diamalkan Nabi SAW.
“Ya Allah,
Perbaikilah kehidupan religiku, yang ia adalah banteng bagi segala urusanku,.
Perbaiki urusan duniaku yang padanya kehidupanku. Perbaikilah akhiratku, yang
kepadanya tenpatku kembali. Jadikanlah hidup ini sebagai lahan upayaku menambah
segala kebajikan, dan jadikanlah mati sebagai titik henti bagiku dari segala
kebirukan.”
“Ya Allah, hanya
RahmatMu jualah yang kuharap. Karena titipan dariku walaupun sekejapmata,
perbaikilah keadaanku seluruhnya Tiada Tuhan Yang haq disembah kecuali Engkau.”
10.
Memandang
Ringan Segala Cobaan
Yaitu dengan mengandaikan atau membayangkan
kemungkinan yang lebih buruk dari yang terjadi, dan ia kuatkan hatinya dalam
menghadapinya.
Maka dengan menguatkan hati dan upaya yang bermanfaat
semacam ini akan hilanglah kegelisahan dan kegundahannya, dan berganti menjadi
upaya keras untuk meraih berbagai hal yang bermanfaat dan menangkais berbagai
madharat yang menimpa hambanya.
11.
Jangan
Mudah Terguncang oleh Bayangan Buruk
Bila mana manusia takluk kepada khayalan-khayalan
buruk dan hatinya mudah larut oleh pengaruh-pengaruh emosional yang berupa rasa
takut akan teridapnya penyakit atau semacamnya, mudah marahh ataupun
terganggunya pikiran oleh hal-hal yang memedihkan perasaannya, dan membayangkan
akan terjadinya bencana ataupun akan hilangnya segala yang disenanginya,
kegundahan, penyakir dalam maupun luar dan rusaknya syaraf, yang hal itu
mempunyai berbagai efek buruk, yang semua orang menyaksikannya sendiri bahanya
yang banyak.
12.
Percaya
Penuh Kepada Allah, Tidak Takluk Kepada Bayangan Buruk
Orang yang sejahtera lahir dan batin adalah orang yang
dapat disejahterakan dan dikaruniakan taufiq oleh Allah untuk dapat menekan
jiwanya dalam rangka meraih sarana-sarana yang bermanfaat labi mampu mengukuhkan
hatinya dan mengusir keguncangan
“Barang siapa
yang bertawaqal kepada Allah, niscaya Allah yang mencukupinya.” (Ath_Thalaq
:3)
13.
Bersikap
Adil Dan Bijaksana Dama Bergaul
“Janganlah
seorang mu’min lelaku membenci seorang wanita mu’minah. Karena kalaupun ia
tidak menyenangi suatu karakter yang ada padanya, tentu ia menyenangi karakter
lain yang ada padanya”
Hadist ini mengandung dua hikmah yang agung:
1. Arahan
untuk bergaul dengan istri, kerabat dekat, teman, orang yang bekerjasama dengan
dan dan semua yang keterkaitan dan hubungan antara anda dan dia.
2. Yaitu
hilangnya kegelisahan maupun keguncangan, langgengnya ketulusan cinta,
keberlanjutan menunaikan tuntutan bergaul yang bersifat wajib maupun sunnah,
dan terwujudnya ketentraman batin antara kedua belah pihak.
14.
Masa
Bahagia Yang Pendek Itu, Janganlah Engkau pendekkan Lagi Dengan Kegundahan
Kelarutan Dalam Kekeruhan Pikiran.
Orang yang bijak mengetahui bahwa hidupnya yang sehat
dan benar adalah hidup yang penuh dengan kebahagiaan dan ketentraman dan bahwasanya
itu pendek sekali. Maka, tidaklah sepatutnya ia memendekannya lagi dengan
kegundahan dan kelarutan Bersama kekeruhan pikiran.
15.
Yakinlah,
Bahwa Cobaan Itu Kecil Dibandingkan Besarnya Karunia
Demikian halnya,
jika ia tertimpa atau khawatir tertimpa cobaan atau hal yang tidak
diinginkannya, seyogianya ia membandingkan ni'mat-ni'mat yang masih melekat
padanya, baik di sisi kehidupan religi atau duniawi, dengan cobaan-cobaan yang
menimpanya itu
16.
Jangan
Terpancing Emosi Oleh Tutur Kata Buruk Seseorang Yang Diarakah Kepada Anda
Diantara perkara yang bermanfaat adalah hendaknya anda
mengerti bahwa tindakan menyakiti yang dilakukan orang kepada anda, khususnya
dengan kata-kata buruk, tidaklah membahayakan anda, bahkan justru membahayakan
diri mereka sendiri.
Kecuali jika anda sibukan diri anda untuk terus
memikirkan tindak mereka yang menyakiti itu dan anda izinjan ia untuk menguasai
perasaan dan emosi anda. Maka saat itulah akan membahayakan anda, sebagaimana
membahayakan mereka juga. Namun, jika anda anggpa angina lalu, tidaklah hal itu
membahayakan anda sedikitpun.
17. Arahkan
Pikiran Ke Sesuatu Yang Bermanfaat Disisi Kehidupan Religi Maupun Duniawi
Ketahuilah bahwa hidup anda itu mengikuti alur pikiran
anda. Jika pikiran-pikiran anda itu mengarah kepada hal-hal yang bermanfaat
bagi anda disisi kehidupan religi meupun duniawi, maka kehidupan anda adalah
kehidupan yang indah lagi bahagia. Namun, jika tidak demikian, maka yang
terjadi adalah sebaliknya.
18.
Menata
Hati Untuk Mengharap Pahala Ilahi Dalam Berbuat Kebajikan
Jika anda berbuat baik untuk orang yang mempunyai atau
yang tidak mempunyai hak atas diri anda sadarilah bahwa itu adalah hubungan ‘ubudiyyah
anda dengan Allah.
Karenanya, janganlah anda menaruh perhatian anda pada
balasan terimakasih orang yang anda beri suatu jasa atau peberian itu.
19.
Meraih
Dan Melakukan Al-Fadha-Il (Tindakan-Tidankan Utama)
Lakukan seirama dorongan batin, tanpa mengada-ngada
yang justru membuat anda mengluh dan turun tangga, gagal meraih keutamaan itu,
karena anda telah melalui jalan yang berkelok. Ini adalah suatu hikmah
perjalanan.
20.
Ciptakan
Suasan Jernih Dan Manis Di Balik Kekeruhan
Dibalik suasana kekeruhan, hendaknya anda dapat
menciptakan suasana yang jernih dan manis. Dengan demikian, jernihnya kelezatan
dan kenikmatan hidup ini akan bertambah dan suasana-suasana yag keruh pun akan
sirna.
21.
Jadikanlah
Ketengan Batin Dan Pemusatan Jiwa Sebagai Pembantu Anda Menangani Pekerjaan
Penting
Pusatkan perhatian anda kepada hal-hal yang
bermanfaat, berbuatlah untuk merealisasikannya, dan janganlah menoleh ke
hal-hal yang membahayakan atau merugikan, agar dengan itu anda dapat melupakan
hal-hal yang menyebabkan kegundahan dan kesedihan. Jadikanlah ketenangan batun
dan pemusatan jiwa sebagai pembantu anda untuk menangani pekerjaan-pekerjaan
penting.
22.
Selesaikan
Pekerjaan Tepat Waktu
Diantara hal yang bermanfaat ialah menyelesaikan
pekerjaan yang sedang ditangani dan berkonsenstrasi menghadapi yang akan ditangani.
23.
Pandai-Pandai
Memilih Dan Memilah Pekerjaan
Seyogyanya anda memilih yang terpenting dari sekian
pekerjaan yang bermanfaat, lalu yang berikutnya, sesuai urutan nilai kepentingannya.
Juga hendaklah anda memilah mana yang dicenderungi dan
sangat diminati oleh hati anda. Karena, hal sebaliknya akan membuahkan
kebosanan, menurunnya semangat dan keruhnya pikiran.
Jadikanlah pemikiran yang benar dan bermusyawarah
sebagai penolong anda untuk itu. Maka, tidak akan menyesal seseorang yang
meminta pendapat orang bijak.
Pelajarilah dengan cermat apa yang hendak anda lakukan. Jika
anda telah yakin akan kemaslahatan dan bertekad kuat untuk melakukannya,
bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawaqal

0 Komentar