23 Kiat Hidup Bahagia

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’ady



1.       Beriman dan beramal shalih dengan sebenarnya 
    Saran yang paling agung yang merupakan sarana pokok dan dasar bagi tergapainya hidup bahagia adalah : beriman dan beramal shalih :
“Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan ia beriman, maka sesungguhnya akan kami karuniakan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasa kepada meraka dengan pahala yang lebih baik dari pada yang telah mereka lakukan” (An-Nahl: 97)
Sebabnya jelas, karena orang-orang yang beriman kepada Allah dengan iman yang benar lagi membuahkan amal shalih yang mampu memperbaiki hati, akhlak, urusan duniawi dan ikhrawi, mereka memiliki prinsip-prinsip mendasar dalam menyambut datangnya kesenangan dan kegembiraan, ataupun datangnya guncangan, kegundahan dan kesedihan.

2.       Berperilaku baik melalui ucapan, perbuatan dan segala bentuk Al-Ma’ruf
Diantara sarana untuk menghilangkan kegundahan, kesedihan dan kegelisahan adalah :
Berperilaku baik kepada orang lain melalui ucapan, perbuatan dan segala bentuk al-ma’ruf (kebajikan). Semua itu adalah kebaikan untuku diri dan tindak kebajikan untuk orang lain. Lantaran kebajikan itu dan sesuai dengan kadar kebijakan itu jua, Allah menangkis segala kegundahan dan kesedihan, baik untuk orang yang berperilaku baik atau untuk orang yang jahat.

Hanya saja, yang diperoleh orang mukmin lebih sempurna. Ia unggul karena kebaikannya timbul dari keikhlasan dan keberharapan hanya pada Allah.

3.   Menyibukkan diri dengan melakukan suaru pekerjaan atau mengkaji suatu ilmu yang bermanfaat
Hal ini dapat membuat hari melupakan kekaluran dengan melupakan hal-hal yang mengguncang itu. Bisa jafi ia, karena, dapat melupakan beberapa penyebab yang telah membuatnya gundah dan sedih. Dengan demikian jiwanya senang dan kesemangatannya tumbuh dan bertambah.

4.     Konsentrasi untuk menghadapi hari ini
Diantara saran dan dapat menangkis kesedihan dan kecurangan hati adalah terputusnya pikiran sepenuhnya untuk memberikan perhatian kepada pekerjaan hari ini yang sedang dihadapinya dan menghentikan pikiran dari menoleh jauh kewaktu mendatang dari kesedihan menengok masa lampau.
Al-Huzn adalah kesedihan terhadap perkara-perkara yang telah lampau yang tidak mungkin diputar atau di ralat.
Sedangkan al-hamm adalah kegundahan yang terjadi disebabkan oleh rasa takut dan khawatir terhadap sesuatu yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Rasulullah SAW membagi segala kejadian menjadi dua bagian :
1.   Adalah hal yang dimungkinkan seorang hamba berupaya meraihnya atau meraih yang mungkin darinya, atau hal dimungkinkan ia menangkisnya atau meringankannya. Disinii seorang hamba harus memunculkan daya upaya seiiring pertolongan kepada Alla, sesembahannya
2.  Adalah hal yang tidak dimungkinkan ia melakukan itu semua. Disini seorang hamba harus tenang, ridha dan pasrah

5.      Memperbanyak dzikir kepada Allah
Diantara saran paling besar untuk kelapangan hati adalah memperbanyak berzikir kepada Allah. Berzikir ini memiliki pengaruh yang mengagumkan bagi kelapangan dan ketentraman hari dan hilangnya kegelisahan dan kegundahan.

6.       Mensyukuri Berbagai Ni’mat Allah
Syukur adalah tingkatkan yang paling tinggi dan luhur. Sampai-sampai sekalipun hamba itu dalam keadaan mengalami derita kefakiran atau sakit ataupun cobaan lainnya, karena jika ni’mat-ni’mat Allah yang telah dikaruniakan kepadanya yang hal itu tidak dapat dihitung ia bandingkan dengan cobaan yang menimpanya, maka cobaan itu bukanlah apa-apa dibandingkan ni’mat-ni’mat lain.

7.      Pandanglah kebawah, Anda akan melihat besarnya ni’mat Allah
Diantara sarana yang paling bermanfaat dalam hal ini adalah menerapkan yang dibimbingkan Nabi SAW. Dalam hadist beliau bersabga
“Pandanglah orang yang lebih bawah darimu (dalam hal materi), dan jangan kamu pandang orang yang lebih atas darimu. Hal itu lebih cocok bagimi, agar kamu tidak merendahkan ni’mat Allah yang dikaruniakanNya kepadamu.”

8.       Melupakan cobaan yang telah lampau
Diantara sarana penyebab lahirnya kegembiraan dan sirnanya berbagai kegundahan dan keruwetan adalah berupaya keras menyingkirkan penyebab kegundaha itu dan meraih sarana yang dapat membuahkan kegembiraan.
Yaitu dengan melupakan cobaan-cobaan yang telah lampau yang tidak mungkin diputar ulang, dan menyadari bahwa kekalutan hati dan memikirkan hal ini adalah suatu tindakan sia-sia dan tidak dibenarkan oleh akal yang sehat, dan bahwasanya memikirkan hal yang semacam itu aalah kebohongan dan kegilaan.

9.       Memohon Pembenahan Ilahi dalam Segala Urusan
Hal yang paling bermanfaat dalam meniti peristiwa di masa mendatang adalah mengamalkan doa yang diamalkan Nabi SAW.
“Ya Allah, Perbaikilah kehidupan religiku, yang ia adalah banteng bagi segala urusanku,. Perbaiki urusan duniaku yang padanya kehidupanku. Perbaikilah akhiratku, yang kepadanya tenpatku kembali. Jadikanlah hidup ini sebagai lahan upayaku menambah segala kebajikan, dan jadikanlah mati sebagai titik henti bagiku dari segala kebirukan.”

“Ya Allah, hanya RahmatMu jualah yang kuharap. Karena titipan dariku walaupun sekejapmata, perbaikilah keadaanku seluruhnya Tiada Tuhan Yang haq disembah kecuali Engkau.”

10.   Memandang Ringan Segala Cobaan
Yaitu dengan mengandaikan atau membayangkan kemungkinan yang lebih buruk dari yang terjadi, dan ia kuatkan hatinya dalam menghadapinya.
Maka dengan menguatkan hati dan upaya yang bermanfaat semacam ini akan hilanglah kegelisahan dan kegundahannya, dan berganti menjadi upaya keras untuk meraih berbagai hal yang bermanfaat dan menangkais berbagai madharat yang menimpa hambanya.

11.   Jangan Mudah Terguncang oleh Bayangan Buruk
Bila mana manusia takluk kepada khayalan-khayalan buruk dan hatinya mudah larut oleh pengaruh-pengaruh emosional yang berupa rasa takut akan teridapnya penyakit atau semacamnya, mudah marahh ataupun terganggunya pikiran oleh hal-hal yang memedihkan perasaannya, dan membayangkan akan terjadinya bencana ataupun akan hilangnya segala yang disenanginya, kegundahan, penyakir dalam maupun luar dan rusaknya syaraf, yang hal itu mempunyai berbagai efek buruk, yang semua orang menyaksikannya sendiri bahanya yang banyak.

12.   Percaya Penuh Kepada Allah, Tidak Takluk Kepada Bayangan Buruk
Orang yang sejahtera lahir dan batin adalah orang yang dapat disejahterakan dan dikaruniakan taufiq oleh Allah untuk dapat menekan jiwanya dalam rangka meraih sarana-sarana yang bermanfaat labi mampu mengukuhkan hatinya dan mengusir keguncangan
“Barang siapa yang bertawaqal kepada Allah, niscaya Allah yang mencukupinya.” (Ath_Thalaq :3)

13.   Bersikap Adil Dan Bijaksana Dama Bergaul
“Janganlah seorang mu’min lelaku membenci seorang wanita mu’minah. Karena kalaupun ia tidak menyenangi suatu karakter yang ada padanya, tentu ia menyenangi karakter lain yang ada padanya”
Hadist ini mengandung dua hikmah yang agung:
1.  Arahan untuk bergaul dengan istri, kerabat dekat, teman, orang yang bekerjasama dengan dan dan semua yang keterkaitan dan hubungan antara anda dan dia.
2.  Yaitu hilangnya kegelisahan maupun keguncangan, langgengnya ketulusan cinta, keberlanjutan menunaikan tuntutan bergaul yang bersifat wajib maupun sunnah, dan terwujudnya ketentraman batin antara kedua belah pihak.

14.   Masa Bahagia Yang Pendek Itu, Janganlah Engkau pendekkan Lagi Dengan Kegundahan Kelarutan Dalam Kekeruhan Pikiran.
Orang yang bijak mengetahui bahwa hidupnya yang sehat dan benar adalah hidup yang penuh dengan kebahagiaan dan ketentraman dan bahwasanya itu pendek sekali. Maka, tidaklah sepatutnya ia memendekannya lagi dengan kegundahan dan kelarutan Bersama kekeruhan pikiran.

15.   Yakinlah, Bahwa Cobaan Itu Kecil Dibandingkan Besarnya Karunia
Demikian halnya, jika ia tertimpa atau khawatir tertimpa cobaan atau hal yang tidak diinginkannya, seyogianya ia membandingkan ni'mat-ni'mat yang masih melekat padanya, baik di sisi kehidupan religi atau duniawi, dengan cobaan-cobaan yang menimpanya itu

16.   Jangan Terpancing Emosi Oleh Tutur Kata Buruk Seseorang Yang Diarakah Kepada Anda
Diantara perkara yang bermanfaat adalah hendaknya anda mengerti bahwa tindakan menyakiti yang dilakukan orang kepada anda, khususnya dengan kata-kata buruk, tidaklah membahayakan anda, bahkan justru membahayakan diri mereka sendiri.
Kecuali jika anda sibukan diri anda untuk terus memikirkan tindak mereka yang menyakiti itu dan anda izinjan ia untuk menguasai perasaan dan emosi anda. Maka saat itulah akan membahayakan anda, sebagaimana membahayakan mereka juga. Namun, jika anda anggpa angina lalu, tidaklah hal itu membahayakan anda sedikitpun.

17.  Arahkan Pikiran Ke Sesuatu Yang Bermanfaat Disisi Kehidupan Religi Maupun Duniawi
Ketahuilah bahwa hidup anda itu mengikuti alur pikiran anda. Jika pikiran-pikiran anda itu mengarah kepada hal-hal yang bermanfaat bagi anda disisi kehidupan religi meupun duniawi, maka kehidupan anda adalah kehidupan yang indah lagi bahagia. Namun, jika tidak demikian, maka yang terjadi adalah sebaliknya.

18.   Menata Hati Untuk Mengharap Pahala Ilahi Dalam Berbuat Kebajikan
Jika anda berbuat baik untuk orang yang mempunyai atau yang tidak mempunyai hak atas diri anda sadarilah bahwa itu adalah hubungan ‘ubudiyyah anda dengan Allah.
Karenanya, janganlah anda menaruh perhatian anda pada balasan terimakasih orang yang anda beri suatu jasa atau peberian itu.

19.   Meraih Dan Melakukan Al-Fadha-Il (Tindakan-Tidankan Utama)
Lakukan seirama dorongan batin, tanpa mengada-ngada yang justru membuat anda mengluh dan turun tangga, gagal meraih keutamaan itu, karena anda telah melalui jalan yang berkelok. Ini adalah suatu hikmah perjalanan.

20.   Ciptakan Suasan Jernih Dan Manis Di Balik Kekeruhan
Dibalik suasana kekeruhan, hendaknya anda dapat menciptakan suasana yang jernih dan manis. Dengan demikian, jernihnya kelezatan dan kenikmatan hidup ini akan bertambah dan suasana-suasana yag keruh pun akan sirna.

21.   Jadikanlah Ketengan Batin Dan Pemusatan Jiwa Sebagai Pembantu Anda Menangani Pekerjaan Penting
Pusatkan perhatian anda kepada hal-hal yang bermanfaat, berbuatlah untuk merealisasikannya, dan janganlah menoleh ke hal-hal yang membahayakan atau merugikan, agar dengan itu anda dapat melupakan hal-hal yang menyebabkan kegundahan dan kesedihan. Jadikanlah ketenangan batun dan pemusatan jiwa sebagai pembantu anda untuk menangani pekerjaan-pekerjaan penting.

22.   Selesaikan Pekerjaan Tepat Waktu
Diantara hal yang bermanfaat ialah menyelesaikan pekerjaan yang sedang ditangani dan berkonsenstrasi menghadapi yang akan ditangani.

23.   Pandai-Pandai Memilih Dan Memilah Pekerjaan
Seyogyanya anda memilih yang terpenting dari sekian pekerjaan yang bermanfaat, lalu yang berikutnya, sesuai urutan nilai kepentingannya.
Juga hendaklah anda memilah mana yang dicenderungi dan sangat diminati oleh hati anda. Karena, hal sebaliknya akan membuahkan kebosanan, menurunnya semangat dan keruhnya pikiran.
Jadikanlah pemikiran yang benar dan bermusyawarah sebagai penolong anda untuk itu. Maka, tidak akan menyesal seseorang yang meminta pendapat orang bijak.
Pelajarilah dengan cermat apa yang hendak anda lakukan. Jika anda telah yakin akan kemaslahatan dan bertekad kuat untuk melakukannya, bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawaqal

0 Komentar