AGAR IBADAH DITERIMA

 AGAR IBADAH DITERIMA



‏قال الإمام محمد بن عبدالوهاب رحمه الله تعالى :


العبادة لا تسمى عبادة إلا مع التوحيد ، كما أن الصلاة لا تسمى صلاةً إلا مع الطهارة ، فإذا دخل الشرك في العبادة فسدت.


[الدرر السنية ٢٣/٢]


Berkata Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى :


"Sebuah ibadah tidak dinamakan dengan ibadah kecuali disertai dengan tauhid, sebagaimana sholat tidak dinamakan dengan sholat kecuali disertai dengan bersuci, maka apabila masuk perkara syirik dalam sebuah ibadah, rusaklah ibadahnya".



[Kitab~ Ad Durar As Saniyah 2/23]

----------------

Perkataan diatas adalah logika antara shalat dan ibadah yang ingin disampaikan oleh Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. 


Shalat dan ibadah sama-sama memiliki syarat dan pembatal. Syarat shalat adalah thaharah, dan syarat ibadah adalah tauhid.

Adapun pembatal ibadah adalah syirik, sedangkan pembatal shalat adalah hadats.  


amal shaleh apapun tidak akan mungkin diterima kecuali disertai tauhid, jikalau tauhid tersebut tercampur kesyirikan, maka amal shaleh tersebut menjadi gugur. Dalilnya adalah firman Allah ﷻ, 

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. " (QS. Az-Zumar:65)


Maka Dari ilustrasi yang beliau sampaikan tersebut, jelaslah bahwa ibadah kita tidak akan diterima kecuali dengan tauhid. Sebagaimana shalat tidak akan sah jika tidak dalam kondisi suci, meskipun di dahinya terdapat tanda bekas sujud, suka berpuasa di siang hari, atau rajin shalat malam. 


Oleh karena itu, betapa pun agungnya jenis ibadah yang kita lakukan dan sebanyak apa pun kita mengerjakan ibadah tersebut, namun apabila tidak disertai dengan tauhid, maka ibadah tersebut sia-sia dan tidak akan diterima.

0 Komentar