Kemajuan Bangsa Cina


Pertumbuhan ekonomi Cina saat ini menembus angka dua digit, bahkan lebih tinggi dari Amerika Serikat. Salah satu negara pemegang hak veto PBB ini dikenal sebagai bangsa dengan penduduk terbesar di dunia (1,304 miliar) dan sekarang ikut merangkak menjadi kekuatan ekonomi dan teknologi besar di dunia. Sekarang Cina dapa membuat senjata nuklir, pesawat tempur dan komersial, serta peralatan tempur lainnya. Bahkan, IBM Perusahaan computer terbesar Amerika Serikat diambil alih oleh Cina.

Melihat sepak terjang Cina saat ini, sangat mirip dengan apa yang dilakukan orang Jepang 40 tahun yang lalu. Saat ini, produk me too Cina membanjiri pasar dunia, harganya murah, kualitasnya lumayan. Dengan sifat bangsa Cina sebagai pekerja keras, suatu saat produk Cina akan dapat bersaing di pasaran internasional sebagai produk yang berkualitas. Salah satu kehebatan orang Cina dan masih menjadi pertanyaan yang besar adalah bagaimana mereka dapat menekan ongkos produksi menjadi sangat minim. Seperti tidak masuk akal ketika harga kursi rotan yang diimport dari Cina lebih murah dari harga kursi rotan produksi dalam negeri, sedangkan bahan baku yang mereka dapat diimpor dari Indonesia.


Prinsip-prinsip dalam mencapai kemajuan yang dilakukan oleh bang Cina dan Jepang sebenarnya senada dengan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara pada beberapa decade yang lalu, yaitu membaca (memahami. Menirukan dan menambahkan. Untuk dapat menguasai sesuatu, kita harus memahami hal tersebut terlebih dahulu yang disebut Iqra’, ngaji, to acquire. Setelah itu kita coba untuk menirukan, seperti yang dilakukan Jepang dalam meniru produk Amerika, dan sekarang dilakukan Cina dalam meniru produk Jepang. Selanjutnya menambahkan sesuatu agar menjadi lebih baik, yang dalam Bahasa sekarang sering disebut sebagai inovasi dan diferensiasi.

Beberapa sifat yang menonjol dari bangsa Cina (Seng, 2007)  

1. Fleksibel
Cina adalah bangsa yang pandai bergaul dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Di beberapa negara, China Town biasanya dijadikan tempat wisata dan pasar malam, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah tersebut. Pepatah Cina mengatakan di mana ada air, di situ ada orang Cina

2. Berpandangan Jauh Kedepan
Mereka tidak membiarkan keadaan menjadi statis dan tidak pernah berhenti ketika satu tujuan tercapai. Jika dahulu bapaknya seorang  tukang jahit, anaknya akan membuka butik dan barangkali cucunya akan membuka pabrik tekstil. 

3. Kerja Keras
Dalam saru wawancara di televise, pemilik PT Sidomuncul salah satu produsen jamu terbesar di Indonesia yang beretnis  Tiong Hoa, mengatakan pada masa awal berdirinya pabrik, ia setiap hari kerja dari jam 8 pagi sampai jam 2 dini hari, dan hal itu dilakukan pada setiap usaha barunya. Mereka percaya bahwa keberhasilan tidak didapat sekejap mata dan mudah. 

4. Tidak Manja
Pantang melepaskan peluang, karena peluang hanya datang sekali sehingga harus cepat dalam bertindak untuk menangkapnya. 

5. Membuat Hambatan Menjadi Loncatan
Suatu hambatan merupakan sebuah loncatan khusus dan membuat mereka lebih gigih dan giat dalam menandingi saingan, tekanan dalam hidupnya. Sehingga membuat dirinya lebih maju dari pada yang lain. 

6. Suka Berdagang
Prinsip mereka, dengan berdagang akan menjadi kaya dan meningkatkan taraf hidupnya, dinamis, tidak ada batasannya, dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi, dapat berinteraksi dan menjalin hubungan interpersonal untuk membangun kepercayaan dan keyakinan. 

7. Tidak Bergaya “musiman”
Menurut mereka lebih baik berdagang kecil-kecilan daripada musiman. 

8. Kebersamaan
Mereka menentang konsep zero sum game dalam berdagang, tetapi lebih ke win-win solution agar dapat memberi manfaat kepada semua orang, baik sesama pedagang, pesaing dan pelanggan.

9. Berani Mengambil Resiko
Bangsa Cina dikenal sebagai risk taker,  prinsip mereka “biarlah kalah, tapi jangan gagal”.



0 Komentar