Jika kemajuan pada ke-4 abad terakhir
ini didominasi oleh bangsa-bangsa Eropa dan keturunannya seperti Amerika
Serikat, Kanada, dan Australia, maka bangsa Asia masih boleh berbangga hati
karena ada Jepang yang telah menempatkan diri sejajar dengan bangsa-bangsa maju
di dunia. Jika di bandingkan dengan bangsa-bangsa barat yang mencapai kemajuan
setelah melalui proses berabad-abad, kemajuan bangsa Jepang yang dicapai dengan
cepat sangat menakjubkan. Sampai pada abad ke-19 Jepang adalah bangsa yang
tidak maju. Di bawah klan Tokugawa.
Jepang sengaja menutup diri dari dunia luar
karena Jepang tidak mau mendapat pengaruh atau dijajah oleh bangsa lain. Sampai
suatu ketika bangsa Inggris yang ingin memperluas pengaruh sampai ke timur
jauh, memaksa Jepang untuk membuka pelabuhannya. Karena kerajaan Jepang tetap
tidak mau membuka diri, maka Comodor Perry dari Inggris membantu Meiji
menurunkan Dinasti Tokugawa dari tahta. Kaisar Meiji yang sudah dibantu oleh
Inggris tetap sadar bahwa Jepang akan segera di jajah oleh bangsa lain jika tidak
mau memodernisasi diri. Karena itu, Meiji mensponsori restorasi besar-besaran
bangsa Jepang dengan membuka diri terhadap ilmu dan teknologi bangsa-bangsa
yang lebih maju.
Banyak pelajar Jepang di kirim ke
Eropa untuk mempelajari kemajuan mereka. Pada dasarnya, bangsa Jepang mempunyai
kesetiaan yang tinggi pada bangsanya, mempunyai harga diri yang tinggi, dan selalu
menjaga kehormatan negaranya. Bagi mereka, lebih baik mati dari pada menjadi
bangsa yang dihinda dan terhina. Orang Jepang lebih memilih mati dan bunuh diri
dari pada menanggung malu akibat kekalahan dan kegagalan. Ditambah dengan
wataknya yang rajin, ulet dan pantang menyerah, merupakan modal mental yang
kuat untuk maju dan unggul. Meskipun sering terjadi gempa bumi, sumberdaya alam
sedikit, dan sering dilanda angina topan, tetapi mereka tidak berkecil hati
atau pasrah pada nasib. Dengan kelemahan yang ada, bangsa Jepang justru semakin
giat bekerja dan tidak mau membuang waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Karena
itu, mereka selalu terlihat bergerak cepat dan terkesan tergesa-gesa.
Setelah mereka mendapatkan
sebagian teknologi dan ilmu dari Barat, kemudia didirikanlah berbagai pabrik
senjata dan kapal. Mereka memang meniru dan tidak menciptakan sendiri. Tetapi kemudian,
mereka mampu memodifikasi sesuai dengan selera dan kebutuhan pasar. Akhirnya,
kekuatan militer Jepang cukup kuat. Serangan dari Rusia dan Cina dapat mereka
patahkan. Bangsa jepang semakin percaya diri. Industry pesawat didirikan. Dari bangsa
yang hidup dari pertanian berubah mengembangkan industry dengan memproduksi
barang-barang.
Perusahaan didirikan dengan disponsori penuh oleh kerajaan. Karena
sifat yang ingin unggul itulah mereka kemudian mengobarkan perang Asia Pasifik
pada Perang Dunia II. Akhir dari perang itu adalah kehancuran insfrastuktur
Jepang karena serangan pasukan sekutu, yang mencapai puncaknya dengan dijatuhkannya
bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki. Pada saat itu banyak orang-orang mengira
bahwa jepang sudah akan tenggelam dari peredaran karena kekalahan.
Tetapi ternyata dalam waktu
kurang dari dua puluh tahun mereka sudah bisa bangkit kembali. Kemudian, mampu
menjadi pesaing negara Eropa dan Amerika dalam produk-produknya sampai sekarang.
Pabrik mobil Amerika bahkan bangkrut karena kalah bersaing dengan mobil-mobil
jepang yang murah, ringan, irit bensin dengan bentuk yang lebih manis.
Bagaimana semua kemajuan tersebut bisa terjadi padahal mereka tidak
punya sumber daya alam yang berarti?
Semua itu karena kepribadian
bangsa Jepang yang unik dan hebat, mampu mengubah keterpurukan menjadi
keunggulan yang dahsyat.
Berikut ini beberapa sifat yang
menonjol dari bangsa Jepang (Seng, 2007)
Tidak
Mudah Menyerah
Orang Jepang
sangat ulet dan tidak takut pada cobaan dan kesusahaan.
Disiplin
Orang Jepang
sangat menghargai waktu
Selalu
Ingin Lebih Baik
Salah satu
rahasiah Toyota menjadi salah satu pabrik otomotif terbesar di dunia adalah
prinsip selalu ingin lebih baik tertuang dalam Kaizen
Bersih
dan Teratur
Mereka menerapkan
system 5S, yaitu Seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke. Yang Bahasa Indonesianya
yaitu : ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin.
Hidup
Hemat
Meskipun
mempunyai pendapat yang tinggi, tetapi biaya hidup di sana cukuplah tinggi.
Kebersamaan
Para pekerja di
Jepang selalu berdialog atau berdiskusi dalam bentuk lingkaran, agar dapat
berperan serta dan mengemukakan pendapat masing-masing
Konsisten
Nilai kedisiplinan,
tidak mudah menyerah, hemat dan teratur dan kebersamaan dapat mereka terapkan hampir
sama baiknya di setiap sisi kehidupan mereka.

0 Komentar