Kepribadian Ganda

Kepribadian ganda atau gangguan identitas disosiatif adalah kondisi dimana seorang individu memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda dari yg satu dengan yang lainnya.

Umumnya gangguan ini disebabkan oleh kejadian traumatis yang di alami individu tersebut di masa kecilnya. Bentuk trauma ini bisa berupa kekerasan fisik atau emosional yang terjadi secara berulang-ulang.

Individu skrizofrenia sering dianggap memiliki kepribadian ganda, padahal kedua hal ini merupakan penyakit yang berbeda. Skrizofrenia ditandai dengan melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata (halusinasi), serta meyakini sesuatu yang tidak memiliki bukti dan tidak dapat dipatahkan (waham).

Orang yang dengan Skrizofrenia tidak memiliki beragam kepribadian, seperti yang dimiliki gangguan identitas disasosiatif. Namun keduanya beresiko untuk melakukan tindakan bunuh diri.



Penyebab kepribadian ganda

Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 90% penderita kepribadian ganda mengalami pengalaman traumatis di masa kecilnya, pengalaman itu bisa berupa penganiayaan, pelecehan fisik atau emosional secara berulang. Penelitian juga menduga bahwa pola asuh orang tua yang sering membuat anak merasa takut bisa membuat anak mengalami kepribadian ganda. Selain itu, sejumlah penelitian menduga bahwa gangguan ini rentan terjadi pada individu yang memiliki riwayat kepribadian ganda di dalam keluarganya.

Pendekatan dalam Islam
Menurut pakar, dalam perspektif psikologi Islam sendiri gangguan kepribadian diartikan sebagai perilaku yang berdosa dan merupakan penyakit hati yang dapat mengganggu realisasi dan aktualisasi diri seseorang. Perilaku ini dikategorikan sebagai gangguan kepribadian Islam jika berbau dosa. Gangguang kepribadian yang mengarah kepada perilaku buruk sering dikenal dengan istilah psikopatologi.

Dalam pandangan Islam, psikopatologi terjadi diakibatkan oleh hilangnya kefitrian qalbu manusia, karena qalbu menjadi pusat kepribadian manusia. Menurut Mujib, 2007, dalam perspektif psikologi Islam, gangguan kepribadian adalah serangkaian perilaku manusia yang menyimpang dari fitrah asli yang murni, bersih dan suci, yang telah ditetapkan oleh Allah SWT sejak zaman azali. Gangguan tersebut dapat menyebabkan rusaknya jiwa sehingga jiwa menjadi kosong, hati akan mati, walaupun secara fisik terlihat gagah dan sehat.

Individu yang mengalaminya akan mengalami kekosongan qalbu, gelisah, galau, limbung, dan tidak dapat menikmati kehidupannya. Mereka merugi lantaran terjadinya keresahan batiniah. Boleh juga serupa dengan yang digambarkan dalam ayat ini, 
"...Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat..." (QS. Asyuura 45).


Tiga Macam Gangguan
Ada tiga jenis psikopatologi yang sering diingatkan dalam Al-Qur'an.
Pertama, gangguan kepribadian yang berhubungan dengan akidah atau dengan Tuhan, seperti menyekutukan Allah (syirk), ingkar (kufur), berbuat dosa, bermuka dua (nifaq, munafiq), pamer (sombong,tabarruj), berbuat zalim, dan hal-hal yang berkenaan dengan langkah manusia yang menuruti bisikan syaithan.

Kedua, gangguan kepribadian yang berkaitan dengan korelasi kemanusiaan seperti iri hati, dengki (hasad), buruk sangka, marah, benci, penakut, pelit, menipu, mengolok-olok, menyakiti, menfitnah, menceritakan keburukan orang lain (ghibah), rakus, adu domba (namimah), putus asa, menganiaya, boros dan sikap hidup materialistis (hubbuddunya).

Ketiga, gangguan kepribadian yang berkaitan dengan pemanfaatan dan penyikapan terhadap alam semesta sebagai gagalnya merealisasi tugas-tugas kekhalifahan/kepemimpinan seperti membuat kerusakan (fasad). Guna menghindar diri dari ancaman gangguan kepribadian ini kita diingatkan oleh ujung ayat surah An-Nuur ini, "...Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. An-Nuur 35).

(sumber : madaniyah.com)

0 Komentar