Penyebab Ambeien (Wasir) dari Gaya Hidup Hingga Kondisi
Medis Tertentu
Ambeien atau wasir adalah kondisi anorektal yang sangat umum terjadi dan dialami oleh jutaan orang di seluruh dunia. Kondisi ini dapat berkembang di dalam rektum yang disebut dengan ambeien internal atau di bawah kulit sekitar anus yang dikenal dengan ambeien eksternal.
Tanda dan gejala ambeien
diantaranya seperti, gatal atau nyeri di area sekitar anus, ketidaknyamanan
saat duduk maupun beraktivitas, sakit saat BAB, keluarnya lendir ataupun darah
setelah BAB, benjolan sensitif di sekitar anus dan lainnya.
Untuk diketahui, sebenarnya semua
orang memiliki ambeien. Karena ambeien/wasir/hemoroid itu sendiri merupakan
struktur internal dari saluran anal yang tersusun atas jaringan ikat, otot
polos dan pembuluh darah yang disebut dengan sinusoid.
Bersama-sama dengan otot
melingkar yang disebut sfingter anal, hemoroid berperan untuk membantu
mengontrol pergerakan usus yang memungkinkan adanya kontinensia feses –
kemampuan untuk mengendalikan BAB.
Kendati demikian, istilah
‘wasir/ambeien’ umumnya digunakan untuk menggambarkan proses patologi penyakit
wasir simptomatik, alih-alih merupakan bagian normal dari anatomi manusia.
Beberapa kondisi menyebabkan wasir menjadi membesar atau meradang yang kemudian
kita sebut dengan penyakit ambeien atau wasir.
Penyebab membesar atau meradangnya wasir sangat beragam.
Mulai dari terganggunya pergerakan usus akibat sembelit atau diare kronis, gaya
hidup seperti kurang minum dan asupan serat hingga kondisi medis tertentu
seperti cedera anal, radang usus dan obesitas.
1. Masalah Pergerakan Usus
Terjadinya ambeien paling sering dikaitkan dengan masalah pergerakan usus, antara lain: Sembelit atau diare kronis. Dikatakan sembelit atau diare kronis, apabila berlangsung lama – lebih dari 2 minggu. Kondisi ini dapat memicu radang persisten pada jaringan anus atau dubur yang berujung pada timbul ataupun memburuknya wasir yang dialami. Sering mengejan dengan Kuat. Kebiasaan sering mengejan dengan kuat baik saat buang air besar atau mengangkat benda berat dapat memicu peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba pada hemoroid sehingga menyebabkan pembuluh darah slip dari otot dan ligamen yang dimaksudkan untuk menahannya. Duduk terlalu lama. Kebiasaan duduk terlalu lama baik di toilet atau di tempat kerja dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di anus yang lambat laun dapat mengarah pada peradangan ambeien atau wasir.
Terjadinya ambeien paling sering dikaitkan dengan masalah pergerakan usus, antara lain: Sembelit atau diare kronis. Dikatakan sembelit atau diare kronis, apabila berlangsung lama – lebih dari 2 minggu. Kondisi ini dapat memicu radang persisten pada jaringan anus atau dubur yang berujung pada timbul ataupun memburuknya wasir yang dialami. Sering mengejan dengan Kuat. Kebiasaan sering mengejan dengan kuat baik saat buang air besar atau mengangkat benda berat dapat memicu peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba pada hemoroid sehingga menyebabkan pembuluh darah slip dari otot dan ligamen yang dimaksudkan untuk menahannya. Duduk terlalu lama. Kebiasaan duduk terlalu lama baik di toilet atau di tempat kerja dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di anus yang lambat laun dapat mengarah pada peradangan ambeien atau wasir.
2. Gaya Hidup
Ada beberapa faktor gaya hidup yang dapat menjadi penyebab ambeien, baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa diantaranya yakni: Kurang minum. Asupan cairan tubuh yang kurang dapat memicu terjadinya sembelit yang pada gilirannya dapat menyebabkan ambeien. Minim asupan serat. Serat makanan memegang peranan penting bagi kesehatan sistem pencernaan. Minimnya asupan serat harian (kurang dari 25-30 gram/hari) secara signifikan dapat meningkatkan risiko sembelit dan ambeien. Kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup sedentari atau malas bergerak dan berolahraga secara teratur dapat berimbas buruk pada melemahnya otot dan hilangnya jaringan otot – termasuk otot anorektal, serta memengaruhi motilitas gastrointestinal yang sering mengakibatkan serangan diare dan konstipasi secara bergantian.
Ada beberapa faktor gaya hidup yang dapat menjadi penyebab ambeien, baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa diantaranya yakni: Kurang minum. Asupan cairan tubuh yang kurang dapat memicu terjadinya sembelit yang pada gilirannya dapat menyebabkan ambeien. Minim asupan serat. Serat makanan memegang peranan penting bagi kesehatan sistem pencernaan. Minimnya asupan serat harian (kurang dari 25-30 gram/hari) secara signifikan dapat meningkatkan risiko sembelit dan ambeien. Kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup sedentari atau malas bergerak dan berolahraga secara teratur dapat berimbas buruk pada melemahnya otot dan hilangnya jaringan otot – termasuk otot anorektal, serta memengaruhi motilitas gastrointestinal yang sering mengakibatkan serangan diare dan konstipasi secara bergantian.
3. Kehamilan
Ukuran rahim yang membesar dapat memberikan tekanan berlebih pada vena cava inferior sehingga menghambat aliran darah kembali ke jantung dan menyebabkan pembuluh darah di bawah rahim menjadi membesar, termasuk pembuluh darah hemoroid. Perubahan hormonal selama kehamilan juga berkontribusi besar terhadap munculnya ambeien.
Ukuran rahim yang membesar dapat memberikan tekanan berlebih pada vena cava inferior sehingga menghambat aliran darah kembali ke jantung dan menyebabkan pembuluh darah di bawah rahim menjadi membesar, termasuk pembuluh darah hemoroid. Perubahan hormonal selama kehamilan juga berkontribusi besar terhadap munculnya ambeien.
4. Faktor Usia dan Genetika
Semakin bertambahnya usia, jaringan pendukung dari pembuluh darah di rektum maupun anus dapat semakin melemah dan meregang sehingga meningkatkan risiko terjadinya ambeien. Selain itu, faktor genetika juga turut berperan. Misal seperti pada kasus kelainan bawaan yang disebut dengan Sindrom Ehlers-Danlos (Ehlers-Danlos Syndrome), dimana kurangnya kolagen dapat memicu kerusakan pada jaringan dasar panggul.
Semakin bertambahnya usia, jaringan pendukung dari pembuluh darah di rektum maupun anus dapat semakin melemah dan meregang sehingga meningkatkan risiko terjadinya ambeien. Selain itu, faktor genetika juga turut berperan. Misal seperti pada kasus kelainan bawaan yang disebut dengan Sindrom Ehlers-Danlos (Ehlers-Danlos Syndrome), dimana kurangnya kolagen dapat memicu kerusakan pada jaringan dasar panggul.
5. Kondisi Medis Tertentu
Terjadinya ambeien dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi medis seperti:
Terjadinya ambeien dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi medis seperti:
· Cedera anal. Salah satunya penyebabnya adalah
seks anal atau aktivitas seksual yang dilakukan dengan memasukkan penis, jari
atau benda asing seperti vibrator ke dalam anus.
· Asites. Akumulasi cairan di rongga perut, sering
terlihat pada penyakit liver berkepanjangan seperti sirosis.
· Radang usus (inflammatory bowel disease, IBD).
Mengacu pada segala kondisi yang melibatkan peradangan pada saluran pencernaan,
seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.
· Obesitas. Lingkar pinggang yang lebar dan
kelebihan berat badan dapat memberi tekanan berlebih pada otot-otot dasar
panggul sehingga memicu peradangan pada hemoroid.
· Prolaps rektum. Kondisi dimana bagian dinding
rektum menonjol keluar dari anus.
Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi,
penyebab ambeien dapat mengindikasikan kanker kolon (usus besar) ataupun kanker
rektum. Kondisi ini biasanya disertai dengan gejala lain seperti rasa
sakit/kram yang konstan di perut, perubahan abnormal pada warna dan ukuran
feses serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
(sumber : aladokter.com)
(sumber : aladokter.com)

0 Komentar