"Dalam Islam,
bisnis tidak sekadar
meraih keuntungan material an
sich, tapi bagaimana ia mampu melahirkan
ketenangan rohani dan
kesejahteraan untuk sesama. Bisnis
yang profesional, beretika, dan mengusung nilai-nilai
kemanusiaan adalah kata kuncinya.
-D r. H. Ahmad Tholabi Kharlie,
M.A.,
Pemerhati Enfrepreneurship Islam
Dalam kehidupan
sehari-hari kita sering
mendengar istilah bisnis.
Apakah arti bisnis
itu? Secara etimologi, istilah
bisnis berasal dari bahasa Inggris "business"
yang berarti usaha, dagang, dan bekerja
(John M. Echols dan Hasan
Shadilly, 2003: 90).
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia
(2007:165), istilah bisnis diartikan dengan perdagangan, dagang dan usaha. Sedangkan
secara terminologis, pengertian bisnis dijelaskan oelh para pakar dengan
redaksi yang berbeda-beda.
Dalam Al-Qur’an, istilah bisnis
disebut dengan menggunakan term tijarah (perniagaan), bai’a wa isytara (jual-beli),
dan tadayantum (akad utang piutang). Menurut Raghib Al-Asfahani dalam
Al-Mufradat fi Gharib Al-Quran, ketiga kata tersebut memiliki makna yang serupa
yaitu pengelolaan harta benda dengan tujuan mencari keuntungan.
Berbagai Bisnis dalam Islam
1. Bisnis yang meguntungkan
Bisnis yang dilakukan dengan baik
dan benar, InsyaAllah akan mendatangkan keuntungan bagi pelaku bisnis. Oleh sebab
itu perlu perencanaan yang matang sebelum memulai sebuah bisnis. Menurut pandangan
Al-Quran, bisnis yang menguntungkan mengandung 3 elemen dasar, yaitu:
Mengetahui investasi yang paling baik
Tujuan semua
aktivitas manusia hendaknya diniatkan untuk Ibadah dan memohon keridhaan Allah
swt. Aktivitas yang mencari keridhaan Allah Swt, merupakan pokok seluruh
kebaikan.
Membuat
keputusan yang logis, sehat dan wajar
Seorang pembisnis harus memiliki wawasan yang luas dan modal pengalaman yang cukup serta mau
belajar sepanjang agar menjadi bekal dalam setiap keputusan yang akan
diambilnya. Sebab keputusan yang salah akan berdampak fatal bagi bisnis yang
dikelolalnya. Begitu juga sebaliknya, keputusan yang tepat akan berdampak
positif dan menghasilkan kesuksesan bagi pembisnis yang menjalankannya.
Mengikuti
perilaku yang baik dan benar
Banyak bisnis
yang hancur akibat ulah pembisnis yang berlaku tidak baik, misal tidak jujur
dalam berdagang. Contoh: mengurangi timbangan, menjual barang dagangan yang rusak,
tidak menempati janji dan sebagainya.
2. Bisnis yang Merugikan
a. Investasi yang buruk
Bagi islam, investai yang buruk adalah tidak dalam
sebuah transaksi seorang pebisnis tidak memperoleh keuntungan bahkan kehilangan
modal sehingga akhirnya menjadi gulung tikar. Kondisi ini merupakan akibat dari
perbuatan pembisnis yang tidak menjalankan bisnisnya sesuai dengan tuntunan
Al-Quran dan sunnah rasul.
b. Keputusan yang buruk
Al-Quran secara tegas menyatakan bahwa keputusan yang
buruk dapat mengakibatkan kerugian yang besar. Pengambilan keputusan yang buruk
biasanya diambil pebisnis karena tergiur oleh keuntungan yang berlimpah tanpa
mempertimbangkan akan perbuatan tersebut melanggar ketentuan Allah atau tidak. Bagi
mereka, yang terpenting adalah keuntungan materi semata, bukan karena ridha
Allah.
c. Perilaku yang buruk dan jahat
Al-Quran menjelaskan, perilaku yang buruk dan jahat itu
di antaranya adalah :
·
Tidak beriman dan menolak petunjuk yang telah
diwahyukan Allah SWT.
·
Menyembunyikan ayat-ayat Allah dan Menjualnya
dengan murah.
·
Menyakiti perasaan orang lain dengan menyebut
kekurangnnya.
·
Bersedekah hanya untuk pamer di hadapan orang
banyak.
·
Bersikap bakhil dan merasa dirinya cukup.
·
Mempraktikkan riba.
·
Membelanjakan harta tanpa dasar keimanan dsb.
Prinsip-prinsip Bisnis Islami
Islam telah membuat
prinsip-prinsip pokok dalam bisnis, antara lain :
- Bisnis memiliki lapangan yang lebih luas dalam hal kreasi dan tata caranya
- Bisnis adalah sarana ibadah, yang terbaik dalam hal ini adalah meniru perilaku bisnis yang dilakukan nabi Muhammad SAW
- Bisnis tidak bertujuan hanya sekedar mencari keuntungan.
- Bisnis adalah perwujudan ketauhidan dan tawakal yang penuh dengan kekuasaan, takdir, pembagian rezeki dan kasih sayang Allah SWT.

0 Komentar