Bahkan seorang bayi yang baru
lahir sekalipun langsung dibuatkan akun media social (medsos) oleh orang
tuanya. Aturan Batasan usia pengguna media social sering kali dilanggar. Anak-anak
SD dan SMP sudah lincah mengetik status di Facebook, mengunggah foto selfie di Instagram,
bahkan video. Bangga? Tentu saja. Siapa yang tidak bangga dengan memiliki
generasi luar biasa itu. Disisi lain, berita seputar korban-korban kejahatan
siber tak kalah gencar. Pornografi siber yang mengancam anak dan remaja,
penculikan oleh “teman” Facebook, penipuan di Instagram, hingga predator seks
mengintai di medsos.
Bagaimana agar kita dapat
membebaskan generasi milenial dan Z mengakses internet, namun tetap membuat
mereka aman dan nyaman?. Berikut sejumlah artikel yang dapat membantu.
1. Masuklah
ke dunia online mereka
Keterlibatan orang
tua di kehidupan online anak-anak sangat penting, mengingat anak-anak kini
akrab dengan internet. Selayaknya Anda mengenal lingkup gerakan mereka,
pastikan juga anda mengenal ‘taman bermain’ mereka yang lain. Pastikan mereka
berselancar di dunia maya dengan aman.
2. Buatlah
aturan
Kebebasan yang taka
da batarnya dalam kegiatan online akan membawa dampak buruk bagi ana-anak. Akan
lebih baik jika anda membuat aturan mengenai lamanya waktu online dan
situs-situs apa saja yang boleh atau tidak boleh mereka kunjungi. Anda bias membicarakannya
dulu dengan mereka, termasuk membicarakan mengenai konsekuensi jika mereka melanggar
aturan tersebut. Pasang aturan itu di dekat komputer agar mereka selalu ingat.
3. Ajarkan
mereka untuk melindungi privasi
Anak-anak tidak sepenuhna
sadar mengenai konsekuensi mengumbar informasi-informasi pribadi. Nah, tugas
Anda-lah untuk membuat anak-anak tahun mengenai sejumlah tindakan seperti:
-
Hindari memberikan nama, nomor telepon, alamat
email, alamat rumah, sekolah atau foto tanpa izin Anda.
-
Hindari membuka email dari orang yang tidak dikenal.
-
Hindari merespons pesan yang mengganggu
-
Menolak bertemu dengan orang yang dikenal
melalui internet.
4. Perhatikan
lokasi
Alih-alh
membiarkan anak anda memakai komputer di kamar prinadi, tempatkanlah komputer di
tempat umum. Hal ini akan memudahkan Anda untuk memonitor penggunaannya.
5. Jadilah sahabatnya
Anjurkan anak Anda
untuk memberitahun jika mereka menjumpai hal-hal yang membuatnya tak nyaman. Takinkan
dia bahwa Anda tidak akan berlebihan, menyalahkannya atau melarangnya
berinternet.
6. Setting mesin pencari
Search engine
(mesin pencari) seperti Google menawarkan penyaringan yang bias diklik di
Preference/SafeSearch Filtering. Saat diaktifkan, ia mampu memblokir situs yang
membuat konten seksual.
7. Kenali Situs dan aplikasi yang aman untuk usianya
Anda bisa mencari
situs dan aplikasi yang cocok untuk usia anak Anda dengan konten yang bervariasi
seperti tentang film, musik, sejarah, ilmu pengetahuan, dan lain-lain

0 Komentar