Memulai Bisnis Online


Internet memudahkan kita melakukan banyak hal, salah satunya berbisnis online. Dengan adanya internet, cara orang melakukan bisnis berubah. Konsep bisnis id berbagai lini pun ikut berubah. Dulu, hanya orang-orang yang memiliki modal besar yang bisa menjadi pengusaha. Namun dengan kehadiran internet mengubah itu semua.

Kini kita tidak perlu lagi menyewa toko fisik, membayar biaya sewa tempat yang mahal, atau merekrut banyak tenaga kerja untuk menjaga toko atau menjalankan bisnis. Semua orang sekarang bisa punya toko online tanpa memerlukan modal besar. Misalnya dengan menjadi penjual di situs website e-Commerce Tokopedia, Bukalapak memasarkan barang dagangan lewat media sosial seperti Facebook dan Instagram, menjadi penjual makanan di aplikasi Go-Food dan lain sebagainya.

Apa yang Harus Dipersiapkan?
      Tentukan barang atau Layanan yang Mau Dijual
Sebelum memulai bisnis, penting untuk menentukan jenis barang/layanan apa yang akan kamu jual secara online. Apapun yang kamu pilih, pastikan produk tersebut kamu sukai. Ini penting karena kamu akan menangani produk ini setiap harinya, jadi pastikan produk tersebut nantinya tidak akan mudah membuat kamu bosa. Jika kamu tidak memiliki produk apapun untuk dijual, tidak masalah. Kamu dapat mengambil produk dari orang lain lalu menjualnya di situsmu.

      Segmentasi Pasar
Bisnis apapun itu, termasuk bisnis online, membutuhkan segmentasi pasar. Setelah menentukan produk apa yang kamu jual, tentukan siap calon pelanggan potensial bisnismu. Semakin spesifik semakin bagus. Tujuan agar kamu bisa melakukan promise secara terarah. Ibaratnya memancing, kamu tidak akan menemukan ikan salmon di jual. Jadi kamu harus pergi ke laut.

Contoh :
Aplikasi transportasi online, Go-Jek, awalnya dibuat untuk mengatasi permasalahan transportasi- khususnya ketika mencari ojek – di Indonesia. Ojek sebenarnya sudah ada sejak dulu. Tapi dulu kita harus jalan kaku dulu ke pangkalan ojek untuk mencari ojek, lalu melakukan tawar menawar. Tarifnya pun tidak pasti, tergantung keahlian kamu menego.

Seiring berkembangnya aplikasi ini, Go-Jek melakukan ekspansi bisnis. Kini Go-Jek menyediakan layanan pemesanan makanan lewat Go-Food, ada juga layanan bersih-bersih rumah lewat Go-Clean, layanan sewa mobil boks yaitu Go-Box dan sebagainya. Go-Jek melakukan ekspansi bisnis melalui kebutuhan pasar.

      Klisifikasi Model Bisnisnya
Bisnin e-Commerce mencakup semua pasar online yang menghubungkan pembeli dan penjual. Hal pertama yang harus dipikirkan sebelum memulai bisnis adalah jenis transaksi bisnis apa yang kamu jalani. Siapa target pasarmu?
Secara umum kegiatan bisnis e-Commerce dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori, yaitu :

-        Business-to-Bussines (B2B)
Model B2B berfokus untuk menyediakan produk/layanan dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Kebanyakan model bisnis B2B merupakan bisnis yang bergerak di bidang supplier management (khusus pemesanan pembelian barang),
Contoh : IBM, Hewlett Packard (HP), Cisco dan dell

-         Businesss-to-Consumer (B2C)
Model bisnis ini sudah familier di telinga konsumen. Penjualan dilakukan secara eceran dari perusahaan langsung ke konsumen akhir. Penjualan B2C adalah model ritel tradisional, di mana perusahaan menjual produk kepada individu, namun bisnisnya dilakukan secara online. Conhtoh : Amazon, Zalora dsb

-        Consumer-to-Consumer (C2C)
B2B dan B2C adalah konsep yang cukup intuitif bagi kebanyakan orang, namun model C2C berbeda. C2C didefinisikan sebagai pedagang di mana individu (konsumen) menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya.

-        Consumer-to-Business (C2B)
C2B adalah model bisnis e-Commerce lain yang kebanyakan orang tidak terpikirkan. Jenis bisnis e-Commerce lain yang kebanyakan orang tidak terpikirkan. Jenis bisnis e-commerce ini melibatkan individu yang menjual produk atau layanan kepada perusahaan. Strategi monetisasi blog atau Google AdSense salah satu yang termasuk dalam bisnis ini.

Memilih Platform Jualan Online yang Sesuai
Langkah selanjutnya setelan menentukan produk yang ingin dijual dan model bisnisnya adalah menentuka platform apa yang sesuai dengan produkmi. Seiring perkembangan teknologi, saat ini tidak sulit untuk memulai bisnis online.

Bagi orang awam yang tidak mengerti Bahasa pemrograman, kamu bisa berbisnis online dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, Whatsapp, atau Twitter. Atau kamu dapat bergabung ke situs website marketplace yang sudah ada seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dsb.

      Membangun Situs Website Sendiri
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika membangun toko online sendiri, di antaranya anggaran. Siapkah kamu dengan biaya untuk menyewa jasa desainer, membeli template, nama domain, dan hosting server, serta biaya maintenance tiap bilan? Bagaimana dengan fitur kemanannya, dan lain sebagainya?
-         Pilih nama domain, yaitu alamat website (URL) Juga perlu dipikirkan.
-         Pembayaran, tujuan bisnsi online adalah untuk mendapatkan uang
-    Pasarkan tokomu, setelah website-mu siap untuk diluncurkan ke public, yang perlu dilakukan berikutnya adalah bagaimana caranya agar konsumen datang ke toko online-mu.

      Menjual Produk di Marketplace e-Commerce
Sebuah situs website atau aplikasi yang memfasilitasi kegiatan belanja dari berbagai sumber. Jadi marketplace menyediakan tempat bagi para penjual untuk menjual produk mereka.




0 Komentar