Anakku Tempramental


SEBAGIAN ANAK ada yang cenderung tenang, menyendiri, dan tidak bergaul. Ada juga yang cenderung aktif dan bergaul. Yang lain memiliki ciri emosi-emosi berbeda, perasaan-perasaan lembut dan bergerak dengan cekatan. Ada juga yang memiliki ciri temperamen dan marah.


Sebab-sebab
Para psikolog menilai, faktor-faktor utama sifat temperamental dan keresahan jiwa pada anak disebabkan oleh:
  1. Tidak mendapatkan kehangatan kasih saying di tengah keluarga, dan kebutuhan cinta serta penerimaan pada anak tidak terpenuhi.
  2.  Orang tua yang terlalu mengatur dan tidak membuat anak merasa dihargai, termasuk juga sikap kasar orang tua dan sikap membeda0bedakan diantara anak
  3.  Kerumitan kontradiksi lingkungan. Termasuk penipuan perilaku menipu seperti orang tua yang tidak menempati janji kepada anak-anak atau tidak memenuhi kebutuhan-kebutuhan utama anak.
  4. Mempelajari sikap temperamental dari kedua orang tua.
  5. Berlebihan dalam mencintai dan memanjakan anak
  6. Faktor-faktor fisik. Ada sejumlah penyakit yang mungkin menyebabkan gejala temperamental dan ketidakstabilan pada anak. Diantaranya adalah:
a.  Ketidak stabilan kelenjar gondok dan peningkatan sekresi kelenjar ini melebihi batas normal. 
b.   Cacingan
c.     Epilepsi
d.     Ketidakstabilan pencernaan yang tidak baik

7. Lemah akal dan tingkat kecerdasan rendah
8. Anak jenius
Anak jenius kadang merasa memiliki waktu sangat luang, tidak tahu harus mengerjakan apa yang  mengisi waktu tersebut, karena ia sudah tahu semua pelajarannya dan tidak ada gunanya mengulang pelajaran-pelajaran yang sudah ia ketahui.
Untuk itu, ia mungkin menjalani kehidupan hampa tanpa hiburan jika kita tidak memberikan sesuatu yang menghibur dan bermanfaat baginya untuk mengisi waktu seperti olehraga, menggunakan computer atau kita belikan buku-buku yang sesuai untuk memuaskan kegemarannya bereksplorasi dan kecendrungan kuatnya untuk mengetahui banyak hal.

Gejala-gejala:

Gejala umum
Gejala utama temperamen pada anak adalah tidak adanya ketenangan, hiperaktif, tidak focus, pikiran kemana-mana, berlaku semena-mena sepele, menangis, banyak bergerak, memainkan apa saja, menggigit saudara-saudaranya, atau bertengkar dan memukuli mereka.

Gerakan-gerakan Khusus
-        Menghisap jari
Menghisap jari dinilai sebagai perilaku normal yang dilakukan setiap anak pada bulan-bulan pertama atau tahun pertama usia. Namun kebiasaan ini mungkin terus berlangsung secara tidak normal hingga usia lanjur seperti sepuluh tahun misalnya.

-        Menggigit kuku dan pena
Fenomena ini menunjukkan emosi dan amarah yang mungkin disebabkan kaarena tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan atau tidak mampu menghadapi situasi-situasu yang sulit. Fenomena ini semakin terlihat jelas saat ujian

Larangan dan selaan tidak membawa guna untuk mengatasi gejala ini. Yang harus dilakukan adalah mempelajari sebab-sebab anak tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan, membantu untuk menemukan jati diri, dan membatasi berbagai persoalan di sekolah atau hubungannya dengan keluarga.

      Gerakan-gerakan Temperamental di Luar Kesadaran
Satu-satunya langkah untuk mengatasi gejala ini adalah mengatasi sebab-sebab yang mendorongnya melakukan hal tersebut, mendorongnya untuk bergaul dengan teman-teman, mengemmbangkan kepribadiannya, dan merubah perlakuan kedua orang tua terhadapnya.

Cara mengatasi
Untuk mengatasi gejala ini, terlebih dahulu harus dipastikan anak bebas dari penyakit. Selanjutnya diteliti apa saja sebab yang mendorong timbulnya amarah. Kemudiaan atasu secara bijak. 

Orang tua harus mengatur perilaku anak, menyebarkan suasana tenang dan bahagia di rumah jika mereka menginginkan anak-anak mereka tidak tumbuh besar dengan sifat temperamental atau mengidap gerakan-gerakan di luar kesadaran.

Pada dasarnya, sifat temperamental pada anak bukanlah warisan genetis dari orang tua ke anak, tapi semata perilaku yang dipelajarinya dari orang tua, atau perilaku paksaan akibat orang tua kurang menghargainya atau terlalu memanjakannya sehingga membuat ia cenderung menguasai rumah sesuai apa yang ia ingiinkan.

Berikan anak anda kesempatan untuk memainkan apa saja yang tidak melukai seperti kaleng, peralatan, tanah dan lainnya. Biarkan anak bermain di lapangan aula, atau tempat-tempat lain. Sering-seringlah mengajak anak ke tempat-tempat wisata dan taman-taman umum.

Jangan membandingkan anak dengan yang lain dan jangan mencelanya karena kesalahan yang ia lakukan. Biarkan anak bertanya dan tida memendam sesuatu di hati, berikan jawaban-jawaban sederhana sesuai tingkat usia dan akal anak.

Diantara cara terbaik agar anak tidak menangis adalah ibu mencuci tangan anak misalnya, kemudia ia tidurkan lalu ia tuturkan kisah padanya, untuk mengalihkan anak dari amarahnya.

0 Komentar