SEBAGIAN ANAK ada yang cenderung
tenang, menyendiri, dan tidak bergaul. Ada juga yang cenderung aktif dan
bergaul. Yang lain memiliki ciri emosi-emosi berbeda, perasaan-perasaan lembut
dan bergerak dengan cekatan. Ada juga yang memiliki ciri temperamen dan marah.
Para psikolog menilai, faktor-faktor
utama sifat temperamental dan keresahan jiwa pada anak disebabkan oleh:
- Tidak mendapatkan kehangatan kasih saying di tengah keluarga, dan kebutuhan cinta serta penerimaan pada anak tidak terpenuhi.
- Orang tua yang terlalu mengatur dan tidak membuat anak merasa dihargai, termasuk juga sikap kasar orang tua dan sikap membeda0bedakan diantara anak
- Kerumitan kontradiksi lingkungan. Termasuk penipuan perilaku menipu seperti orang tua yang tidak menempati janji kepada anak-anak atau tidak memenuhi kebutuhan-kebutuhan utama anak.
- Mempelajari sikap temperamental dari kedua orang tua.
- Berlebihan dalam mencintai dan memanjakan anak
- Faktor-faktor fisik. Ada sejumlah penyakit yang mungkin menyebabkan gejala temperamental dan ketidakstabilan pada anak. Diantaranya adalah:
a. Ketidak stabilan kelenjar gondok dan peningkatan
sekresi kelenjar ini melebihi batas normal.
b. Cacingan
c. Epilepsi
d. Ketidakstabilan pencernaan yang tidak baik
8. Anak jenius
Anak jenius
kadang merasa memiliki waktu sangat luang, tidak tahu harus mengerjakan apa
yang mengisi waktu tersebut, karena ia sudah tahu semua pelajarannya dan tidak
ada gunanya mengulang pelajaran-pelajaran yang sudah ia ketahui.
Untuk itu, ia
mungkin menjalani kehidupan hampa tanpa hiburan jika kita tidak memberikan
sesuatu yang menghibur dan bermanfaat baginya untuk mengisi waktu seperti
olehraga, menggunakan computer atau kita belikan buku-buku yang sesuai untuk
memuaskan kegemarannya bereksplorasi dan kecendrungan kuatnya untuk mengetahui
banyak hal.
Gejala-gejala:
Gejala
umum
Gejala utama
temperamen pada anak adalah tidak adanya ketenangan, hiperaktif, tidak focus,
pikiran kemana-mana, berlaku semena-mena sepele, menangis, banyak bergerak,
memainkan apa saja, menggigit saudara-saudaranya, atau bertengkar dan memukuli
mereka.
Gerakan-gerakan
Khusus
- Menghisap jari
Menghisap jari dinilai sebagai perilaku normal yang
dilakukan setiap anak pada bulan-bulan pertama atau tahun pertama usia. Namun kebiasaan
ini mungkin terus berlangsung secara tidak normal hingga usia lanjur seperti sepuluh
tahun misalnya.
- Menggigit kuku dan pena
Fenomena ini menunjukkan emosi dan amarah yang mungkin
disebabkan kaarena tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan atau tidak mampu
menghadapi situasi-situasu yang sulit. Fenomena ini semakin terlihat jelas saat
ujian
Larangan dan selaan tidak membawa guna untuk mengatasi
gejala ini. Yang harus dilakukan adalah mempelajari sebab-sebab anak tidak bisa
beradaptasi dengan lingkungan, membantu untuk menemukan jati diri, dan
membatasi berbagai persoalan di sekolah atau hubungannya dengan keluarga.
Gerakan-gerakan
Temperamental di Luar Kesadaran
Satu-satunya
langkah untuk mengatasi gejala ini adalah mengatasi sebab-sebab yang
mendorongnya melakukan hal tersebut, mendorongnya untuk bergaul dengan teman-teman,
mengemmbangkan kepribadiannya, dan merubah perlakuan kedua orang tua terhadapnya.
Cara mengatasi
Untuk mengatasi gejala ini, terlebih
dahulu harus dipastikan anak bebas dari penyakit. Selanjutnya diteliti apa saja
sebab yang mendorong timbulnya amarah. Kemudiaan atasu secara bijak.
Orang tua harus mengatur perilaku
anak, menyebarkan suasana tenang dan bahagia di rumah jika mereka menginginkan
anak-anak mereka tidak tumbuh besar dengan sifat temperamental atau mengidap
gerakan-gerakan di luar kesadaran.
Pada dasarnya, sifat temperamental
pada anak bukanlah warisan genetis dari orang tua ke anak, tapi semata perilaku
yang dipelajarinya dari orang tua, atau perilaku paksaan akibat orang tua
kurang menghargainya atau terlalu memanjakannya sehingga membuat ia cenderung menguasai
rumah sesuai apa yang ia ingiinkan.
Berikan anak anda kesempatan untuk
memainkan apa saja yang tidak melukai seperti kaleng, peralatan, tanah dan
lainnya. Biarkan anak bermain di lapangan aula, atau tempat-tempat lain. Sering-seringlah
mengajak anak ke tempat-tempat wisata dan taman-taman umum.
Jangan membandingkan anak dengan
yang lain dan jangan mencelanya karena kesalahan yang ia lakukan. Biarkan anak
bertanya dan tida memendam sesuatu di hati, berikan jawaban-jawaban sederhana
sesuai tingkat usia dan akal anak.
Diantara cara terbaik agar anak
tidak menangis adalah ibu mencuci tangan anak misalnya, kemudia ia tidurkan lalu
ia tuturkan kisah padanya, untuk mengalihkan anak dari amarahnya.

0 Komentar