Pada masa kecil Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, sebuah kejadian memantik kembali perseteruan antara kalangan Ahlaf dan kalangan Mutayyabun, menunjukkan bagaimana keberuntungan bani Hasyim tersungkur saat Abdul Mutthalib mulai menua.
Setelah berakhirnya perang Fijar, seorang saudagar dari Yaman menjual beberapa barang dagangannya kepada salah satu orang penting dari suku Sahm, dari kalangan Ahlaf. Tapi dia menolak untuk membayar. Akhirnya, saudagar Yaman tersebut mengadu kepada suku Quraisy untuk memperoleh keadilan. Pimpinan suku Taym, dari kalangan Mutayyabun, mengadakan rapat dan memanggil setiap orang yang peduli pada keadilan dan kejujuran. Wakil dari bani Hasyim, Al-Mutthalib, Asad, dan Zahrah—yang kesemuanya berasal dari kalangan mutayyabun—merespon dan membuat satu pakta yang kemudian dikenal dengan istilah Hilf Al-Fudul, ikatan suci.
Semangat dari pakta ini dan jalannya perundingan menandai berakhirnya kebanggaan kesukuaan pra-Islam. Dikisahkan, Muhammad remaja hadir dalam acara tersebut dan beliau sangat terkesan dengan persatuan tersebut. Beberapa saat setelah memperoleh amanah kenabian, beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. berkata,"Saya menyaksikan perundingan di rumah Abdullah bin Jad’an. Momen tersebut lebih menarik bagiku dibanding segerombolan binatang ternak. Bahkan sekarang, di zaman Islam, saya akan merespon secara positif untuk menghadiri rapat semacam itu jika diundang."
Akhir tahun 585 M
Pelajaran dan hikmah yang bisa diambil
Meskipun Hilf Al-Fudul (ikatan suci) terjadi sebelum masa kenabian, ketika beliau sudah menerima risalah kenabian beliau menyebutkan bahwa beliau akan dengan senang hati menghadiri undangan perjanjian semacam itu lagi. Hal ini mengandung pelajaran:
- Muhammad merasa senang menjadi bagian dari sebuah perjanjian untuk menyebarkan keadilan tanpa menghiraukan dengan siapa perjanjian tersebut disepakati. Hal ini mengindikasikan bahwa keadilan adalah nilai yang absolut, tidak tergantung pada keyakinan atau etnis. Karenanya, seorang muslim harus menjadi pemeran utama dalam melawan ketidakadilan tanpa menghiraukan pihak yang didzalimi.
- Peristiwa tersebut terjadi saat bangsa arab diselimuti oleh kegelapan kemusyrikan dan moral. Dan 'perjanjian suci" ini menggambarkan kepada kita bahwa jika keburukan sudah mengakar dalam sebuah komunitas, bukan berarti bahwa komunitas tersebut tidak bisa diarahkan menuju kebaikan. Elemen kebaikan akan senantiasa ada dan bergantung pada para pembaharu dalam komunitas tersebut untuk mencari elemen tersebut dan bekerja dengannya. Hubungan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan Abu Thalib, pamannya yang masih kafir, adalah contoh utama dalam hal ini.
- Seorang muslim harus berjuang untuk memberikan pengaruh positif di lingkungannya, berusaha untuk menjadi manusia yang diingat karena pengaruh positif yang disebarkan dalam kehidupannya. Sebelum turunnya risalah, Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sudah dikenal di masyarakatnya sebagai Al-Amin, yang dapat dipercaya. Orang pun menjadi cenderung kepada beliau karena peran positif dan akhlak beliau yang agung di masyarakat.
Wahyu dan syariat yang turun pada tahun ini
Hilf Fudul, perjanjian suci, adalah salah satu contoh petunjuk Islami mengenai mengikuti kebaikan dan menjauhi keburukan. Prinsip ini dijelaskan dalam Surat Al-Maidah ayat 5:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

0 Komentar