Alexander the Great

 Sejarah Terbesar dalam sejarah?




Pada tahun 499 SM, peradaban Yunani kuno di serang oleh raksasa dari Timur Kerajaan Persia. Invasi yang di inisasi raja Darius 1 itu berhasil menguasai hampir seluruh negara kota Yunani, sejak itu Yunani selalu dibayang bayangi Persia. Namun dibalik kekalahan tersebut pada tahun 356 SM lahirlah seorang anak laki-laki yang menjadi pembalas dendam Yunani, ia adalah sosok yang akhirnya berhasil mengarahkan kerajaan Persia sampai ke benua asia, sosok itu adalah raja legendaris dari Makedonia Alexander The Great.


Ketika masih berumur 20 tahun, Alexander berhasil mengosolidasi kekuatannya di Yunani dengan menyatukan sekian ratus negara kota yang ada menjadi kerajaan besar peradaban barat pertama. Ketika berumur 30 tahun, Alexander menjadi orang pertama yang menyatukan benua eropa dan asia, karena pencapaian-pencapaiannya ini Alexander sering di anggap sebagai salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah.


Taktik militer yang membuatnya menang melawan pasukan raksasa Persia, bahkan masih dipelajari sampai sekarang. Lantas, apa ya sebenarnya yang membuat Alexander selalu di kenal sebagai pemimpin yang begitu hebat?


Alexander di kenal sebagai jendral yang sangat kreatif, ia adalah jendral Yunani pertama yang mengaplikasikan konsep Sarissa Phalanx ke militer Yunani. Sarissa sendiri adalah senjata kuno yang bentuknya menyerupai tombak namun memiliki Panjang 4 sampai 6 meter, sebelumnya pasukan Yunani menggunakan tombak yang Bernama Dory yang hanya memiliki 2 sampai 3 meter.


Dengan menggunakan tombak Sarissa infanteri Yunani yang tadinya hanya mampu bertahan dan bertempur dalam jarak pendek, pada akhirnya mampu menjadi unit penyerang yang bisa melumpuhkan infanteri lawan dari jarak jauh. Banyak sejarahwan senjata Sarissa ini, membuat tentara Alexanter ibarat tank di medan pertempuran.


Persenjataan saja tidak cukup membuat tentara jadi militer yang kuat, dari sekitar trik dan strategi Alexander dikenal sebagai jendral yang mampu mengeksploitasi keunggulan menjadi kekuatannya. Hal ini di buktikan ketika Alexander memimpin pertempuran Gaugamela di wilayah Mesopotamia, ketika itu pasukan Alexander di sebut hanya berjumlah sekitar 47000 dan ia melawan pasukan raja dari Raja Darius ke III dari Persia yang berjumlah lebih dari 100.000, tapi anehnya Alexander menang, menurut sejarahwan Alexander berhasil mengelabui Darius.


Unit kavaleri Alexander sebenarnya terlihat menyerang langsung kepasukan Darius, tapi karena terlihat hanya berjumlah sedikit Darius mengabaikannya, padalah Alexander menyembunyikan invanteri tombak dibalik boleka galerinya, karena secara alamiah kavaleri kalah dengan invanteri yang membawa tombak Panjang pasukan penjaga Darius kewalahan, alhasil Darius melarikan diri dan Alexander memenangkan pertempuran, karena kejeniusan militernya Alexander berhasil menaklukan Persia dan membangun setidaknya 20 kota atas namanya sendiri, serta mengubah nama dari 70 kota yang di taklukannya menjadi Alexandria.


Ini kemudian membawa kita ke poin ke dua, yang membuat Alexander pantas di beli julukan The Great, yakni statusnya sebagai sosok yang mengenalkan dunia timur pada Hellenisme atau kebudayaan Yunani. Dari abad ke 3 sebelum masehi sampai awal masehi, budaya Yunani menjadi budaya yang dominan di dunia Medeterania dan Sebagian asia barat, tengah dan India. Banyak budaya yang campurkan dengan kebudayaan Yunani, hal ini bisa terjadi karena penaklukan Alexander relative diterima secara terbuka oleh kerajaan-kerajaan timur seperti Mesir, Alexander bahkan di beri gelar Firaun. Kisah legendarisnya sering diagung-agungkan oleh budaya timur, dan juga bahkan sampai disamakan dengan sosok Nabi Zulkannain.  

0 Komentar