Sejarah Terbesar dalam sejarah?
Ketika masih berumur 20 tahun,
Alexander berhasil mengosolidasi kekuatannya di Yunani dengan menyatukan sekian
ratus negara kota yang ada menjadi kerajaan besar peradaban barat pertama. Ketika
berumur 30 tahun, Alexander menjadi orang pertama yang menyatukan benua eropa
dan asia, karena pencapaian-pencapaiannya ini Alexander sering di anggap
sebagai salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah.
Taktik militer yang membuatnya
menang melawan pasukan raksasa Persia, bahkan masih dipelajari sampai sekarang.
Lantas, apa ya sebenarnya yang membuat Alexander selalu di kenal sebagai
pemimpin yang begitu hebat?
Alexander di kenal sebagai
jendral yang sangat kreatif, ia adalah jendral Yunani pertama yang
mengaplikasikan konsep Sarissa Phalanx ke militer Yunani. Sarissa sendiri
adalah senjata kuno yang bentuknya menyerupai tombak namun memiliki Panjang 4
sampai 6 meter, sebelumnya pasukan Yunani menggunakan tombak yang Bernama Dory
yang hanya memiliki 2 sampai 3 meter.
Dengan menggunakan tombak Sarissa
infanteri Yunani yang tadinya hanya mampu bertahan dan bertempur dalam jarak
pendek, pada akhirnya mampu menjadi unit penyerang yang bisa melumpuhkan
infanteri lawan dari jarak jauh. Banyak sejarahwan senjata Sarissa ini, membuat
tentara Alexanter ibarat tank di medan pertempuran.
Persenjataan saja tidak cukup membuat tentara jadi militer yang kuat, dari sekitar trik dan strategi Alexander dikenal sebagai jendral yang mampu mengeksploitasi keunggulan menjadi kekuatannya. Hal ini di buktikan ketika Alexander memimpin pertempuran Gaugamela di wilayah Mesopotamia, ketika itu pasukan Alexander di sebut hanya berjumlah sekitar 47000 dan ia melawan pasukan raja dari Raja Darius ke III dari Persia yang berjumlah lebih dari 100.000, tapi anehnya Alexander menang, menurut sejarahwan Alexander berhasil mengelabui Darius.
Unit kavaleri Alexander
sebenarnya terlihat menyerang langsung kepasukan Darius, tapi karena terlihat
hanya berjumlah sedikit Darius mengabaikannya, padalah Alexander menyembunyikan
invanteri tombak dibalik boleka galerinya, karena secara alamiah kavaleri kalah
dengan invanteri yang membawa tombak Panjang pasukan penjaga Darius kewalahan,
alhasil Darius melarikan diri dan Alexander memenangkan pertempuran, karena
kejeniusan militernya Alexander berhasil menaklukan Persia dan membangun
setidaknya 20 kota atas namanya sendiri, serta mengubah nama dari 70 kota yang
di taklukannya menjadi Alexandria.
Ini kemudian membawa kita ke poin
ke dua, yang membuat Alexander pantas di beli julukan The Great, yakni statusnya
sebagai sosok yang mengenalkan dunia timur pada Hellenisme atau kebudayaan
Yunani. Dari abad ke 3 sebelum masehi sampai awal masehi, budaya Yunani menjadi
budaya yang dominan di dunia Medeterania dan Sebagian asia barat, tengah dan
India. Banyak budaya yang campurkan dengan kebudayaan Yunani, hal ini bisa terjadi
karena penaklukan Alexander relative diterima secara terbuka oleh kerajaan-kerajaan
timur seperti Mesir, Alexander bahkan di beri gelar Firaun. Kisah legendarisnya
sering diagung-agungkan oleh budaya timur, dan juga bahkan sampai disamakan
dengan sosok Nabi Zulkannain.

0 Komentar