The Great Depression, 1929

 

Penyebab The Great Depresion tahun 1930 an adalah trader Wall Street

Wall Street, Brolker & FOMO

Wall street merupakan sebutan ke pada industri finansial, entah itu asuransi, broker saham, bank dan Hedge fund dan semua industry finansial lainnya. Mereka disebutnya wall street, karena di Amerika semua industri finansial itu lokasinya di pusatkan tepatnya berada di jalan Wall di wall street mulai dari New York exchange bank bank, asuransi, semua yang besar-besar pusatnya di jalan wall. Kalau di Indonesia ibaratnya ada jalan Sudirman, jalan wall ini juga menjadi sebutan kepada orang-orang yang bekerja di jalan Wall, bahkan sampai orang-orang yang bekerja di industri finansial lainpun sebutannya udah jadi wall street gitu. Dan uang-uang masyarakat Amerika itu diolah di wall street, entah itu uang pensiunan, uang asuransi, uang saham, dan lain-lain.


Jadi untuk menahan laju invlasi di Amerika, orang-orang itu setiap bulannya rutin menyisihkan uang kepada Wall Street yang nabung di hedge fund, supaya apa? Supaya profit! Ya orang-orang Wall street ini, kalau bilang ya pasti bilangnya kita ini kerja demi kemaslahatan masyarakat. Kita membantu masyarakat supaya uangnya gak kemakan invlasi, itukan yang dia bilang, padahal sebenarnya sih mereka ya cari keuntungan sebesar besarnya ya buat mereka sendiri. Setiap kerisis entah itu The Great Depression 1929 entah itu 2008 Mortgage Crisis entah itu tahun 2000an itu campur tangan wall street, setiap mereka bikin ulah itu pemerintah Amerika harus membelout mereka, harus menolong mereka. Karena kenapa? Karena meraka kalau tidak ditolong yang ada ekonomi akan runtuh, karena mereka itu to big to file, contoh 2008 pemerintah Amerika ngebell out bellstone dan juga AIG, mereka yang ngilangin duit warga, duit nasabah mereka apa pemerintah harus ganti. Dan pemerintah itu gajihnya pake uang rakyat, pake uang negara. jadi udah di rampok sama wall street tapi di rampok lagi yang kedua kalinya dengan cara pemerintah bayarin wall street supaya engga bangkrut, jadi di rampok dua kali oleh wall street dan pemerintah yang membell out mereka.


Wall street ini merupakan tempat usaha-usaha yang terbuka yang sudah tbk, ya mereka bisa dapetin modal dari semua orang, saya, anda orang di manapun bisa beli sahamnya perusahaan-perusahaan yang sudah melantai di bursa wall street. Kita bisa next filx, bisa beli Blackrock, kita bisa beli Mc Donnall, Tesla dan lain-lain. Wall street ini pun sebenernya sudah jalan pada jamal dulu banget. Kenapa kita pilih wall street?, karena sudah melegenda banget. Dulu tempat jual beli budak itu pusatnya pun di Wall Street juga, jadi gak aneh klo jamal sekarang, jamal modern tempat pusat finansialpun ya di wall street pula. Di jaman awal-awal wall street berdiri, orang yang paling beruntung adalah orang yang infestasi kepada perusahaan-perusahaan kereta api, karena yang di jalam itu jaman ya akhir jaman 19 itu Amerika yang berada sebelah timur, seperti Newyork dan temen-temennya sedang seneng investasi yang sebelah barat investasi di losangles, kalifornia dan temen-temennya. Jaman dulu ga ada pesawat, jaman dulu mereka ekspansi ke daerah barat dengan cara bikin banyak rell kereta api, itu kenapa orang-orang kaya Andrew Carnegie itu kaya banget jaman dulunya karena semua orang butuh besi buat rel kereta api mungkin di abad ke 18 itu binis kereta api itu setara dengan bisnis internet yang di awal 2000an atau bisnis crypto currency pada jaman sekarang. Intinya bener-bener merubah dunia.


Nah untuk membangun rel kereta api yang panjangnya itu bener-bener gila-gilaan banget, engga cukup dengan duit orang kaya doang, orang kaya juga butuh bantuan modal dari retail-retail kaya kita. Jadi banyak orang yang simpan duitnya di perusahaan kereta api sampai akhirnya Amerika bisa berdiri, jadi bisa di bilang tanpa wall street Amerika pun tidak akan bisa maju kaya sekarang, ya tetapi sebenernya enggak semua orang beli saham di Wall street itu untung tidak semuanya, ya banyak juga tukang tipunya. Kerja mereka itu ya goreng saham, short selling kaya jos sorros, dan lain-lain. Pokoknya intinya gimana cara cuan buat mereka di banding buat ngolah duit orang. Dan kalau ada goreng-gorengan saham tentau yang rugi siapa? Ya yang rugi pasti retail. Kalau sekarang jaman sekarang enak bisa beli saham sendiri.

 

0 Komentar