Sumber gambar :
https://beritainspiratif.com/assets/uploads/2022/07/1ry0j7g2f4ko2_mid.jpg
Tangis haru seorang ayah yang anaknya menjadi
lulusan terbaik pendidikan pembentukan bintara Polri gelombang satu, tahun 2022
di sekolah Pendidikan kepolisian negara atau SPN Polda Jawa Barat. Peraih
penghargaan Adhi Makayasa ini bernama Andy Sonjaya berusia 20 tahun.
Ayah Andy bernama Udin Sudrajat berusia 68
tahun, Udin adalah seorang supir angkot jurusan Elang Cicadas kota Bandung.
Udin tak menyangka, anak bungsunya lolos seleksi anggota Polri berpangkat
Brigda bahkan menjadi lulusan terbaik di SPN Polda Jawa Barat. Udin awalnya
pesimis karena merasa tidak mampu membiayai Andy masuk kepolisian.
Andy sebelumnya sempat mendaftar tahun 2021,
tetapi gagal seleksi saat tahap akhir. Pantang menyerah, Andi Kembali mencoba
mendaftar gelombang 1 tahun 2022. Kini tangan pria baruh baya itu menepuk bahu
Andy dengan bangga, terselip doa agar Andy menjadi polisi yang baik, berbakti kepada
orangtua dan mengabdi kepada masyarakat.
Meski Udin menyadari bahwa Andy harus siap
bertugas dimanapun dia berharap anaknya itu berdinas di kota Bandung. Sang ayah
diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan.
“Mohon maaf pak, ini bicara kami ya mungkin
campur aduk. Karena maklum pak, kami ini orang tua Andy supir angkot jurusan
Elang – Cadas (cicadas),” ujarnya.
“Kami ini merasa sangat bangga sekali ternyata
anak sopir angkot bisa jadi polisi. Bisa, Alhamdulillah. Makanya kami
barangkali pembicaraan kami kurang tertata, kurang sopan, mohon maaf pak,”
lanjutnya.
Lanjutnya lagi bahwa sang ayah ternyata tidak
tamat sekolah dasar (SD). Merkipun begitu, ayah Andy sangat bangga, karena
dapat mengantarkan anaknya menjadi polisi. Bisa lulus dan bisa membahagiakan
semuanya.
Dan juga ayah Andy berpesan kepada anaknya agar
bekerja dengan baik dan amanah. Ia juga memberikan nasihat kepada Andy bahwa
untuk memperkaya diri janganlah menjadi polisi tetapi mengabdi kepada
masyarakatlah tujuan dari Andy menjadi polisi.
Andy Sonjaya lahir pada 14 Agustus 2001, dan
menjadi peserta didik terbaik menjadi lulusan dengan nilai tertinggi dari aspek
kesemaptaan jasmani dan aspek Kesehatan, dan peringkat tertinggi aspek
penggabungan nilai aspek akademis, kesemaptaan dan kepribadian.

0 Komentar