GAYA HIDUP HEMAT FRUGAL LIVING

 


Apa itu Frugal Living?

Frugal Living apa bila di sederhanakan sebenarnya adalah gaya hidup hemat, jadi banyak dari teman-teman di komunitas di Frugal Living yang melakukan penghematan sedemikian rupa hingga dapat menabung 50% bahkan lebih dari penghasilan tiap bulannya.


Apa bedanya Frugal living dengan minimalism?

Kalau minimalism yang kita mungkin sudah lebih kenal luas, lebih berfokus kepada sisi spiritual dari penabung itu sendiri, lebih berfokus pada sisi spiritual dari gaya hidup tersebut sendiri, jadi minimalism biasanya tidak mengikatkan diri pada materialism rasa cinta akan barang-barang, jadi sebisa mungkin tidak membeli dan Ketika membeli sesuatu itu memastikan barangnya betul-betul punya makna buat kehidupannya.


Tapi kalau seorang yang hidup frugal tidak serta merta kemudian dia melepaskan diri dari konsumenisme, dia tetap membeli karena penekanan dari frugal lebih kepada tujuan akhirnya sendiri, banyak temen-temen yang Frugal yang di kejar hanyalah kebebasan finansial. Jadi buka sisi spriritualnya, tapi kebebasan finansialnya. Karena dalam komunitas frugal living atau dalam komunitas FIRE (Financial Independence Retire Early) ada itung-itungan yang namanya For Percent Rule. Yaitu setiap kita bisa mengumpulkan sejumlah uang, berdasarkan four percent ini, maka kita bisa di katakana sudah mencapai manusia independence.


Nah perbedaan antara Furga Living VS Minimalism perbedaannya hanya tedapat pada penekannanya itu sendiri. Frugal Living ini punya end goal yaitu Financial Independence retire Early (FIRE). Fire ini emang menimbulkan pro dan kontra, karena tidak semua orang Ketika sudah mencapai financial independence lantas ingin pensiun dini, sewa vila di bali, dan berleha-leha tidak bekerja apa-apa sampai akhir hayat. Itu jadi sesuatu yang menjadi pro dan kontra karena tidak semua orang tidak mau melakukan hal tersebut. Dan jika orang mau pensiun rasanya tidak mungkin usia masih mudah tidak mau melakukan apa-apa lagi.


 Cara memulai mempraktikan frugal living :

1. Mindset Frugal Living

Ada satu buku bagus yang ditulis oleh Vicki Robin Bersama suaminya. Mereka sama-sama orang kantoran, dan mereka punya cara pandak yang menarik tentang personal finance, tantang keuangan. Judul bukunya adalah your money your live (harta atau nyawa). Ibarat kita di todong trus kita di ancam mau harta atau nyawa. Otomatis kita akan menyerahkan harta, nah jadi seharusnya kita harus menyayangi nyawa kita dari pada hart akita. Namun menurut obserfasi Vicki Robin dalam keseharian kita, kita tidak selalu berfikir jernih seperti itu. Dalam hebit kita belaja, menghabiskan uang. Kadang-kadang kita lupa bahwa harta kita yang kita dapatkan itu kita dapatkan dengan menukarkan nyawa kita dengan menukarkan waktu kita yang kita tidak pernah kita dapatkan kembali.


2. Lakukan Budgeting

Jadi setelah membenahi membenahi mindset, benahilah keuangan masing-masing. Ya budgeting terkesan repot dan lama. Tetapi sesungguhnya budgeting sebenernya tidak harus lakukan selamanya. Tapi kalau kita berkaca secara regular, secara bulan ke bulan pasti extence tersebut bisa sama. Nah! Dari situ dari kita lakukan budgeting kita bisa tahu berapa instrument gajih kita yang bisa kita investasikan, kalau tidak ada yang bisa di investasikan bagaimana? Nah frugal living, cuman satu cara bicara soal defense, bagaimana kita mengelola uang yang kita masuk.


3. Belajar Investasi

Belajar memahami berbagai macam instrument invetasi mulai dari hal-hal yang simple. Membali emas, menaruh deposito, memahami reksadana pasar uang, sampai akhirnya bisa mengerti reksadana indeks saham atau bahkan trading saham sendiri.


Frugal living itu bukan berarti kita pelit sama diri sendiri, tapi frugal living itu artinya hidup cermat dan betul-betul memahami apa saja dalam kehidupan yang penting dan apa yang tidak terlalu penting, sehingga bisa memprioritaskan yang penting tentunya.

0 Komentar