Kembalinya Marcos di Fililpina
Pada tanggal 25 mei 2022 pasangan Bongbong
Marcos terpilih sebagai presiden Filipina. Pemilihan ini terbilang sangat
kontroversial mengingat Bongbong adalah anak dari Ferdinan Marcos presiden
Filipina berkuasa selama 20 tahun, tentu menuai kontroversial. Ada yang
mengatakan dia pahlawan, yang memajukan dan mensejahterakan Filipina, namun ada
juga yang mengatakan bahwa Ferdinand Marcos tak lebih adalah diktaktor koruptor
dan pelanggar HAM berat, satu hal yang pasti bahwa pro dan kontra yang duduk
ada di sang ayah kini turun ke si anak, lantas siapakah Ferdinan Marcos?,
bagaimana dia mendapatkan kekuasaannya? Dan yang lebih penting lagi, apa yang
telah dia lakukan bagi Filipina?
Pada dasarnya rezim Marcos sama dengan rezim
orde baru di Indonesia. Kekuasaan Marcos bukan tanpa perlawanan namun pada tahun 1983, semuanya berubah.
Senator Benigno Aquino JR salah satu oposisi yang di kekang oleh marcos baru
pulang dari Amerika serikat setelah menjalani pengobatan, dan baru saja dia
turun dari pesawat, dia di bunuh!.
Meski belum di ketahui, Ferdinan Marcos dan
istrinya diduga sebagai dalang utama dalam kejadian ini. Alih-alih memperkuat
kekuasaannya, penembakan ini justru mempersatukan masyarakat hingga elite untuk
menentang marcos. bagi para elite bila senator tidak di bunuh maka tidak ada
yang aman, dan bila tidak ada alasan untuk mendukung marcos. Kabar ini pun
semakin membuat Amerika Serikat sulit untuk mendukung kekuasaan Ferdinan Marcos,
lebih parahnya lagi pihak militer pun mulai menarik dukungannya.
Semakin terpojok Ferdinan Marcos terpaksa
setuju akan pemilu dadakan pada 1986, setelah hampir dua dekade Marcos harus
Kembali bersaing dalam pemilu, dan lawannya tak lain adalah istri dari senator
Corazon Cory Aquino. Setelah jumlah suara di hitung dan banyak perseturuan
terjadi, Corazon Aquino tetap terpilih inilah akhir dari kekuasaan Ferdinand
Marcos. Namun seperti yang kita ketahui sekarang ini bukanlah akhir bagi
keluarganya.
Presiden Marcos mengaku ada kurang lebih 50.000
oran ditangkap dari tahun 1972 – 1975. Mereka ditangkap mencakup aktivitas HAM,
Gereja, advokat, buruh, hingga Jurnalis. Penyiksaan kerap terjadi bagi tahanan
9 tahun sejak darurat militer diumumkan. Kurang lebih 34.000 anggota serikat
buruh, mahasiswa, penulis, dan politisi disiksa dengan berbagai metode Termasuk
pemerkosaan 3240 mayat dibuang ditempat umum.
Sementara itu, 10 Miliar USD dikorupsi oleh
Marcos dan disimpan di luar negeri, berdasarkan Mahkamah Agung Filipina.

0 Komentar