Gambar 1. Sumber pinterest
Bogor yang di kenal dengan julukan kota hujan,
selain memiliki daya Tarik wisata alam yang sangat bagus. Bogor pun sangat
kental dengan sejarah pada masa kerajaan, disebutkan Bogor menjadi pusat ibu
kota kerajaan Pajajaran. Bogor yang identik dengan wisata alamnya ada sisi lain
disatu kampung di wilayah Bogor barat, yaitu kampung Petir Kecamatan Dramaga.
Nama kampung petir mungkin berasal dari kencang dan banyaknya intensitar di
kampung ini, sehingga wilayah ini dinamakan kampung petir.
Kampung petir dikenal sebagai kawasan magis dan
gudangnya jawara di wilayah Bogor pada masa lalu, warga di kampung petir ini
berbeda semua kompak dalam hal apapun terlebih soal perkelahian, jika ada satu
orang yang tersinggung atau mendapatkan masalah, maka satu kampung pun bisa
ikut tersinggung dan langsung melakukan penyerangan. Diibaratkan warga kampung
ini seperti petir yang mudah menyala dan menyambar.
Pada masanya, jawara kampung petir kerap
merebut dan menguasai kawasan pusat keramaian seperti terminal dan pasar. Tak
sedikit pasar yang dan terminal di kawasan bogor yang dikuasai oleh jawara dari
kampung petir, bahkan tak hanya di wilayah Bogor saja jawara petir pun
menguasai beberapa pasar yang ada di Jakarta seperti pasar senen, pasar kramat
jati dan kemayoran.
Salah satu jawara yang tersohor dari kampung
Petir adalah Jiung, Ya..!! Jiung seorang jawara yang lahir dari kampung petir
dan menjadi salahsatu ketua jawara yang sangat disegani di wilayah Bogor pada
saat itu, Jiung tak hanya pandai berkelahi secara fisik, namun ia juga memiliki
ilmu kanuraga yang di bilang sakti pada masanya, badan Jiung kebal oleh semua
senjata tajam dan senjata api. Tak hanya itu, Jiung pun memiliki ilmu yang bisa
menghancurkan lawan tanpa menyentuh.
Bagi orang yang menantang berkelahi dan adu
golok, hanya dengan kedipan saja orang tersebut bisa lemas dan tak berdaya sama
sekali di hadapan Jiung. Kesaktian Jiung selain ia dapatkan dari belajar ilmu
bela diri, ia pun mewarisi kesaktian dari ayahnya yang memang seorang jawara. Jiung
memang terlahir dari keluarga dan kawasan orang-orang sakti dan jawara yang ada
di wilayah Bogor, pada era 50 an Jiung memimpin jawara kampung petir menghadapi
jawara banten yang mau merebut wilayah Bogor.
Perselisihan antara jawara bogor dan jawara
banten itu berlangsung lumayan lama. Di karenakan keduanyadikenal memiliki
jawara-jawara yang sangat sakti, pada pertempuran antara Jiung melawan salah
satu jawara Banten, Jiung berhasil mengalahkan jawara Banten tersebut, jawara
banten di buatnya tidak berkutik pada saat mau mencabut golok dan sarungnya,
seketika Jiung langsung menyerang dan melumpuhkan musuhnya itu. Di daerah
kemayoran Jakarta, Jiung mulai dikenal setelah dia mematahkan isi balok besar
hanya dengan tangannya, besi tersebut di gergaji tidak bisa di patahkan dengan
alat apapun tidak bisa dan Jiung dating langsung mematahkan besi itu dengan
mudahnya.
Dari situ lah warga kemayoran mengetahui
kesaktian Jiung, dan ia pun langsung dikenal sebagai jawara kemayoran, Jiung
yang berperawakan kecil namun memiliki kesaktian yang mumpuni Jiung memiliki
ciri khas yang selalu mengenakan kopiah hitam dan golok yang di sematkan di
pinggang kirinya. Jiung yang selalu membawa golok kemanapun dia pergi, memang
golok menjadi ciri khas jawara pada masa itu, nama Jiung semakin tersohor
setelah dia menguasai pasar senen, keramat jati dan kemayoran.
Tak mudah Jiung ketiga wilayah tersebut,
mengingat Jakarta adalah kawasan yang strategis yang memang banyak
kelompok-kelompok yang ingin menguasai. Sebelumnya, Jiung melewati perkelahian
dan mengalahkan jagoan-jagoan di wilayah itu, dan baru ia bisa menguasainya.
Tidak hanya di Jakarta dan Bogor, nama Jiungpun di segani kelompok arek
Surabaya dan jawara Banten, yang pada saat itu mereka pun menguasai di beberapa
wilayah di Jakarta. Nama Jiung menjadi bahan pertimbangan dan buah bibir di
kelompok mereka, yang suatu saat menjadi malapetaka untuk wilayah kekuasaannya.
Area Surabaya dan jawara banten menguasai jalur wilayah yang berbeda dengan Jiung,
yang pada saat itu intinya mereka menghargai satu sama lain sesuai wilayah
kekuasaanya.
Selain menjadi jawara, Jiung yang memiliki
kesaktian ini sering di datangi warga untuk berguru silat dan berobat untuk
kesembuhan penyakit. Jiung yang kerap membantu warga setempat dalam hal
pengobatan, hampir setiap hari Jiung dan ayahnya selalu menerima tamu yang
meminta bantuan semua penyakit medis bahkan penyakit guna-guna, bahkan
diceritakan presiden Soekarno pun tengah berkunjung dan bertemu Jiung dan
ayahnya di Bogor.
Soekarno berkunjung hanya sekedar berbincang
dan silaturahmi, nama besar Jiung dan jawara kampung petir mamang sudah menjadi
sisi lain carita unik dan magis untuk mesyarakat yang ada di wilayah Bogor
khususnya untuk wilayah Bogor Barat.

0 Komentar