Namun mimpi-mimpi manis itu hanya sebagai mimpi
saja, karena kenyataannya negara kita harus menerima pahitnya krisis moneter
1998. Tapi apa jadinya, kalau krisis itu tidak pernah terjadi?
Inilah Bila Indonesia
Tidak Mengalami Krisis Moneter 1998
Meski krisis moneter 1998 menjadi sebuah
kejutan para investor dan pembuat negara-negara asia, banyak pengamat saat ini
menilai krisis tersebut seharusnya bisa dihindari atau setidaknya di
persiapkan. Salah satunya adalah pendapat dari Galina Hale dalam artikelnya
yang berjudul “Could We Have Learned from the Asian Financial Crisis of
1997-98?, yang menyebutkan bahwa “Ada pertanda tentang krisis ekonomi seperti
pada tahun 1996” Ketika terjadi ledakan pinjaman tidak berkelanjutan yang membuat rasio utang
terhadap ekuitas perusahaan yang cukup tinggi di Indonesia.
Lantas bagaimana bila krismon 1998 berhasil di cegah? Yang pastinya negara kita akan sangat berbeda dengan yang kita hidupi sekarang ini, tapi jangan berimajinasi macam-macam dulu nih..!! karena jika kita tidak mengalami krismon 1998 justru kemungkinannya keadaan Indonesia bakal lebih parah.
1. Jika krisis moneter tidak terjadi, masyarakat Indonesia tidak akan memiliki alasan yang kuat, untuk melengserkan Seoharto. Meski kala itu tidak menyukai kepemimpinan 32 tahun Soeharto, krismon 1998 menjadi alasan paling kuat untuk menyatukan semua orang dalam upaya menjatuhkannya.
2. Jika krisis moneter tidak terjadi, kita tidak punya kesempatan membatasi masa jabatan presiden, ini karena pasca krismon ada amandemen UUD 1945 yang mengatur hal itu, dan bahwa presiden dipilih langsung oleh masyarakat bukan lagi MPR, perubahan konstitusi tersebut juga mendorong aturan anti monopoli bisnis, misalnya lewar UU no 5 tahun 1999, karena itu jika krismon tidak terjadi KKN akan tetap merajalela.
3. Jika Soeharto tidak lengser, Timor-timor Sebagian besar tidak akan lepas dari Indonesia dan kita akan terus mengikuti indokrinasi Pancasila ala Soeharto yang dulu dikenal sebagai program P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) adalah sebuah panduan Pancasila dalam kehidupan bernegara semasa Orde Baru.
4. Kepimimpinan Soeharto pun mungkin akan lebih kuat, dalam artikel karangan Joseph Wright yang berjudul When Does Economic Crisis Lead to Democratization mengatakan “meski krisis ekonomi bisa jadi titik balik dari dictator yang kekuasaannya semakin kokoh.” Krisis ekonomi membuka peluang besar bagi penggiat ekonomi swasta untuk memiliki kekuatan lebih, tidak jarang Ketika krisis negara memanggil bantuan para oligar untuk membantu permasalahan. Jika krisis di atasi, hubungan antara diktaktor dan oligarki ini akan semakin erat. Baik secara ekonomi maupun politik
5. Jika kepemimpinan soeharto tidak goyang mungkin smiling jenderal akan menghidupi pepatah terkenal Philosopher Jerman Friedrich Nietzsche “What Doesn’t kill you makes you stronger” (Apa yang tidak berhasil melengserkan Soeharto akan membuatnya semakin kuat).
Menurut mantan wakil presiden ke 11 Boediono
mengatakan dalam bukunya yang berjudul Ekonomi Indonesia dalam lintasan sejarah
mengatakan bahwa “Sebelum 1998, perekonomian Indonesia sudah mengalami
permasalahan seperti kekurangan tenaga kerja dan hiperinflasi”.

0 Komentar