MEMALINGKAN IBADAH TERMASUK KESYIRIKAN


[قال شيخ محمد ابن عبد الوهاب رحمه الله: "فَمَنْ صَرَفَ مِنْهَا شَيْئًا لِغَيْرِ اللهِ فَهُوَ مشرك كافر"] 


Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab rahimahullah berkata: “Barangsiapa yang memalingkan satu macam ibadah kepada selain Allah, maka ia musyrik kafir.” 

{Al-Ushul Ats-Tsalastah}

-----------------

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“… Sesungguhnya menyekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” [Luqman: 13]

Kedzaliman secara istilah adalah "menaruh sesuatu bukan pada tempatnya". Memalingkan ibadah kepada yang bukan  tempatnya merupakan kezhaliman yang paling besar,sebab ia kedzaliman berkaitan dengan hak Allah.


Syirik dapat dikatakan dosa besar yang paling besar dan kezhaliman yang paling besar, karena ia telah menyamakan makhluk dan Khaliq (Pencipta) pada hal-hal yang khusus bagi Allah Ta’ala, dan ini sebesar-besar kezhaliman..


Contoh-contoh perbuatan syirik dalam ibadah, di antaranya adalah Berdo’a kepada selain Allah, beristi’anah (minta tolong), atau istighatsah (minta tolong di saat sulit) kepada orang mati, baik itu kepada Nabi, wali, habib, kyai, jin maupun kuburan keramat, atau minta rizki, meminta kesembuhan penyakit dari mereka, atau kepada pohon dan lainnya selain Allah.


Dan barangsiapa yang melakukan syirik akbar maka dia telah terjerumus kedalam kekufuran, semoga Allah lindungi kita semua dari sikap memalingkan ibadah kepada selain Allah..

0 Komentar