TENTANG ADAB ADAB ULAMA TERHADAP DIRINYA KETIKA BERSAMA PARA
MURIDNYA DAN DALAM KAJIANNYA
Terdapat tiga pasal:
PASAL PERTAMA: TENTANG ADAB ADAB ULAMA TERHADAP DIRINYA
Terdapat dua
belas adab yaitu:
[Merasa Diawasi Allah, Ketenangan, dan Kewibawaan]
Pertama:
Senantiasa merasa diawasi oleh Allah dalam keadaan tertutup dan terbuka, selalu
dan perbuatan-perbuatannya, karena dia dipercaya berdasarkan ilmu-ilmu yang ada
pada dirinya, apa yang dikaruniakan kepadanya berupa panca indra dan pemahaman.
Allah berfirman,
﴿لَا تَخُونُواْ ٱللَّهَ
وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓاْ أَمَٰنَٰتِكُمۡ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٢٧﴾
"Janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul dan juga
janganlah kalian mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepada kalian,
sedang kalian mengetahui." (Al-Anfal: 27)
Allah berfirman,
﴿ بِمَا ٱسۡتُحۡفِظُواْ مِن كِتَٰبِ ٱللَّهِ وَكَانُواْ عَلَيۡهِ
شُهَدَآءَۚ فَلَا تَخۡشَوُاْ ٱلنَّاسَ وَٱخۡشَوۡنِ ﴾
"Sebab mereka diperintahkan memelihara kitab Allah dan
mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kalian takut kepada
manusia, (tetapi) takutlah kepadaKu." (Al-Maidah: 44)
Asy-Syafi'i berkata,
ليس العلم ما حفظ, العلم ما نفع.
"Ilmu itu bukan yang dihafal, akan tetapi ilmu itu apa
yang bermanfaat."
Termasuk dalam
hal ini adalah selalu bersikap tenang, berwibawa, khusyu, bersih hati, tawadhu
dan tunduk karena Allah.
Diantara surat
Malik kepada Ar-Rasyid
اذا علمت علما فلير عليك أثره وسكينته وسمته ووقاره وحلمه, لقوله
صلى الله عليه وسلم : العلماء ورثة الأنبياء
"Jika engkau mengetahui satu ilmu, maka hendaknya buah,
ketenangan, pembawaan, kewibawaan, dan kesantunannya terlihat pada dirimu,
berdasarkan sabda Nabi , 'Para ulama adalah pewaris nabi-nabi'."
Umar berkata,
تعلموا العلم وتعلموا له السكينة والوقار.
"Pelajarilah ilmu dan pelajarilah ketenangan dan
kewibawaan untuknya."
Dari As-Salaf,
(mereka berkata),
حق على العالم أن يتواضع لله في سره وعلانيته, ويحترس من نفسه,
ويقف على ما أشكل عليه.
"Sepatutnya seorang ulama bertawadhu' karena Allah
dalam keadaan rahasia dan terbuka, menjaga diri dan menahan diri dari apa yang
masih musykil baginya."
Barakallahu fikum
_________

0 Komentar