Memuliakan Ilmu dengan Tidak Menjadikannya sebagai Anak Tangga untuk Meraih Kepentingan Dunia

(Memuliakan Ilmu dengan Tidak Menjadikannya sebagai Anak Tangga untuk Meraih Kepentingan Dunia)

TENTANG ADAB ADAB ULAMA TERHADAP DIRINYA KETIKA BERSAMA PARA MURIDNYA DAN DALAM KAJIANNYA

Terdapat tiga pasal:
PASAL PERTAMA: TENTANG ADAB ADAB ULAMA TERHADAP DIRINYA

ADAB KEEMPAT: Memuliakan Ilmu dengan Tidak Menjadikannya sebagai Anak Tangga untuk Meraih Kepentingan Dunia

Keempat: Hendaknya memuliakan ilmunya dengan tidak menjadikannya sebagai anak tangga untuk menggapai kepentingan dunia seperti kedudukan, harta kekayaan, nama baik, ketenaran, pelayanan, atau keunggulan atas rekan-rekan.
     Imam Asy-Syafi'i berkata,
 وددت أن الخلق تعلموا هذا العلم على أن لا ينسب الي حرف منه.
"Aku berharap orang-orang belajar ilmu ini dengan catatan agar tidak ada satu hruf pun yang disandarkan kepadaku"
Hendaknya seorang ulama memuliakan ilmunya dari keinginan untuk mendapatkan perlakuan baik dari murid-muridnya berkenaan dengan harta, pelayanan, atau lainnya karena keterkaitan mereka dengannya dan hilir mudiknya mereka menemuinya.
Manshur bin al-Mu'tamir tidak meminta bantuan seseorang yang berulang kali mendatanginya karena seebuah hajat.
Sufyan bin Uyainah berkata,
كنت قد أوتيت فهم القرآن, فلما قبلت الصرة من أبي جعفر سلبته.
"Aku telah diberi pemahaman tentang Al-Qur'an, manakala aku menerima kantong uang dari Abu Ja'far, maka pemahaman tersebut diambil dariku."
Semoga Allah memaafkan kita.
(Diterjemahkan dari Kitab Tadzkirotussaami wal mutakallim fi Adabil 'Alim Wal Muta'allim Karya Imam Al Qodhi Ibnu Jama'ah)

Barakallahu fikum
_________

0 Komentar