ZUHUD

ADAB KETIGA: ZUHUD

Ketiga: hendaknya menghiasi diri dengan akhlak zuhud terhadap dunia, meminimalkan diri darinya sebisa mungkin, namun tidak sampai merugikan dirinya atau keluarganya, karena apa yang dibutuhkan dari dunia dengan sikap qana'ah secara seimbang bukan termasuk dunia yang tercela.

Derajat orang yang berilmu yang paling rendah adalah menjauhi keterkaitan dengan dunia, karena dia adalah oreng yang paling mengetahui kerendahannya, godaannya, kecepatan fananya banyaknya kesulitan dan kelelahannya, maka dia lebih patut tidak menoleh kepadanya dan menyibukkan diri dengan urusan-urusannya.

Dari asy-Syafi'I , dia berkata,
لو أوصي لأعقل الناس صرف الى الزهاد.
"Seandainya aku bermaksiat untuk orang yang paling berakal, niscaya ia diarahkan kepada ahli zuhud."
Duhai gerangan, siapa yang lebih layak untuk memiliki kelebihan akal dan kesempurnaannya daripada ulama?
Yahya bin Muadz berkata,
لو كانت الدنيا تبرا يفنى والآخرة خزفا يبقى, لكان ينبغي للعاقل ايثار الخزف الباقي على التبر الفاني, فكيف والدنيا خزف فان والآخرة تبر باق؟
"Seandainya dunia adalah emas yang fana dan akhirat adalah bejana tanah liat yang abadi, niscaya orang yang berakal patut mementingkan bejana tanah liat yang abadi daripada emas yang fana, lalu bagaimana jika dunia adalah tanah liat yang fana dan akhirat adalah emas yang abadi?"

(Diterjemahkan dari Kitab Tadzkirotussaami wal mutakallim fi Adabil 'Alim Wal Muta'allim Karya Imam Al Qodhi Ibnu Jama'ah)

Barakallahu fikum

0 Komentar