Menghindari Pekerjaan Rendah dan Menjauhi Sumber Munculnya Tuduhan

TENTANG ADAB ADAB ULAMA TERHADAP DIRINYA KETIKA BERSAMA PARA MURIDNYA DAN DALAM KAJIANNYA

Terdapat tiga pasal:

PASAL PERTAMA: TENTANG ADAB ADAB ULAMA TERHADAP DIRINYA

ADAB KELIMA: Menghindari Pekerjaan Rendah dan Menjauhi Sumber Munculnya Tuduhan

Hendaknya menghindari pekerjaan-pekerjaan rendah dan hina secara tabiat dan yang makruh dalam adat kebiasaan dan syariat seperti membekam, menyamak, jual beli mata uang, dan mengolah barang tambang. Hendaknya menjauhi sumber munculnya tuduhan yang tidak baik sekalipun ia jauh. Hendaknya meninggalkan sesuatu yang menciderai kepribadian baiknya atau sesuatu yang secara lahir diingkari, sekalipun secara batin dibolehkan, karena dengan itu dia memposisikan dirinya menjadi sasaran tuduhan, kehormatannya sebagai incaran celaan, menjerumuskan orang-orang ke dalam praduga dusta dan dosa mencela.

Jika sesuatu dari hal itu terjadi secara kebetulan karena ada hajat atau lainnya, maka dia menjelaskannya kepada siapa yang melihatnya, menjelaskan hukum, alasan dan tujuannya, agar dia tidak terjatuh ke dalam dosa karenanya atau menjauh darinya dan tidak berkenan belajar kepadanya agar siapa yang tidak mengetahuinya mengambil faidah darinya, karena itu Nabi bersabda kepada dua orang laki-laki manakala keduanya melihat beliau  
على رسلكما, انها صفية, ثم قال: ان الشيطان يجري من ابن آدم مجرى الدم, فخفت أن يقذف في قلوبكما شيئا. وروي: فتهلكا.
"Tunggu, tetaplah kalian ditempat, sesungguhnya wanita ini adalah Shafiyyah." Kemudian Nabi bersabda, "Sesungguhnya setan mengalir pada manusia pada aliran darahnya, aku takut dia menyusupkan sesuatu ke dalam hati kalian."
 Diriwayatkan, "Lalu kalian berdua celaka"
(Diterjemahkan dari Kitab Tadzkirotussaami wal mutakallim fi Adabil 'Alim Wal Muta'allim Karya Imam Al Qodhi Ibnu Jama'ah)

Barakallahu fikum

0 Komentar