Membuka Majelis Mengajar dengan Tilawah Sebagian dari Kitab Allah dan Doa Sebelum Masuk ke dalam Pelajaran
Materi 4 (Membuka Majelis Mengajar dengan Tilawah Sebagian dari Kitab Allah dan Doa Sebelum Masuk ke dalam Pelajaran)
TENTANG ADAB ADAB ULAMA TERHADAP DIRINYA KETIKA BERSAMA PARA MURIDNYA DAN DALAM KAJIANNYA
Terdapat tiga pasal:
PASAL KEDUA : TENTANG ADAB-ADAB ULAMA DALAM KAJIANNYA
ADAB KEEMPAT: Membuka Majelis Mengajar dengan Tilawah Sebagian dari Kitab Allah dan Doa Sebelum Masuk ke dalam Pelajaran
Sebelum memulai pelajaran dan kajian, hendaknya membukanya dengan membaca beberapa ayat dari kitab Allah Ta'ala untuk merengkuh keberkahan dan kebaikan serta sebagaimana sudah menjadi kebiasaan, jika dia mengajar di madrasah yang memang di syaratkan demikian, maka dia mengikuti syarat tersebut.
Sesudah membaca, berdoa untuk diri, hadirin, dan kaum Muslimin, kemudian memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk, mengucapkan basmalah dan memuji Nya, membaca shalawat kepada Nabi , keluarga beliau, dan para sahabat beliau, mendoakan keridhaan untuk para imam kaum Muslimin dan ulama mereka, berdoa untuk diri, hadirin, dan orang tua mereka seluruhnya dan pewakaf tempat dia mengajar jika dia mengajar di madrasah atau semacamnya sebagai ungkapan terima kasih atas kebaikannya dan dalam rangka mewujudkan maksudnya.
Sebagian ulama mengakhirkan untuk dirinya dalam berdoa dan mendahulukan hadirin untuk menjaga adab dan tawadhu', akan tetapi berdoa untuk diri adalah ibadah dan dia butuh hal itu, dan mengalah dalam urusan ibadan dan apa yang di syariatkan, hal ini didukung oleh Firman Allah Ta'ala,
قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا
"Peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka." (At-Tahrim : 6)
Nabi bersabda,
ابدأ بنفسك ثم بمن تعول
"Mulailah dengan dirimu, kemudian siapa yang menjadi tanggunganmu."
Hadits ini, sekalipun hadir di pembahasan infak, namun para ulama ahli tahqiq menggunakannya untuk urusan-urusan akhirat.
Secara umum, keduanya baik, sebagian ulama mengamalkan yang pertama dan sebagian lain mengamalkan yang kedua.
(Diterjemahkan dari Kitab Tadzkirotussaami wal mutakallim fi Adabil 'Alim Wal Muta'allim Karya Imam Al Qodhi Ibnu Jama'ah)
Barakallahu fikum

0 Komentar