Menulis pada Saat Memiliki Kapasitas untuk Menulis

Materi 12 (Menulis pada Saat Memiliki Kapasitas untuk Menulis)

TENTANG ADAB ADAB ULAMA TERHADAP DIRINYA KETIKA BERSAMA PARA MURIDNYA DAN DALAM KAJIANNYA

Terdapat tiga pasal:

PASAL PERTAMA: TENTANG ADAB ADAB ULAMA TERHADAP DIRINYA

ADAB KEDUABELAS: Menulis pada Saat Memiliki Kapasitas untuk Menulis

Menyibukkan diri dengan menulis, mengumpulkan dan menyusun karya tulis, akan tetapi harus didasari dengan keutamaan yang sempurna dan kapabilitas yang baik, karena menulis akan membuatnya mengetahui hakikat berbagai bidang pengetahuan dan bagian-bagian ilmu yang cermat, karena menulis menuntut ketekunan dalam mencari dan menelaah, mengkaji dan memuroja'ah.

     Dan menulis itu, sebagaimana yang dikatakan al-Khathib al-Baghdadi,
يثبت الحفظ, ويذكي القلب, ويشحذ الطبع, و يجيد البيان, ويكسب جميل الذكر وجزيل الأجر, ويخلده الى آخر الدهر.
"Menguatkan daya ingat, menajamkan hati, menghidupkan tabi'at, membaguskan kemampuan untuk menjelaskan, mendatangkan sanjungan yang baik dan pahala yang besar, dan mengekalkan namanya hingga kahir zaman."

     Yang lebih patut, memperhatikan bidang yang manfaatnya menyeluruh dan banyak dibutuhkan, hendaknya perhatiannya tertuju kepada lahan yang belum digarap, berusaha menggunakan ungakapan-ungkapan yang jelas, menghindari panjang lebar yang membosankan dan keringkasan yang tidak menunaikan tujuan, seraya memberi setiap buku haknya yang layak baginya, tidak mengeluarkan buku yang ditulisnya dari tangannya sebelum mengeditnya secara berulang-ulang.

     Di antara manusia ada yang mengingkari penyusunan dan penulisan buku di zaman ini terhadap siapa yang kapabel untuk melakukannya dan menguasai bidangnya, tidak ada alasan untuk pengingkaran ini kecuali persaingan di antara masyarakat, namun jika tidak demikian, maka siapa yang menggunakan pena dan tintanya untuk menghitamkan kertasnya dengan bait-bait syair, kisah kisah yang mubah atau lainnya, maka tidak patut diingkari, lalu mengapa jika dia menhgitamkan kertasnya dengan ilmu-ilmu syariat yang bermanfaat diingkari dan dipandang buruk?

     Memang untuk siapa yang belum kapabel, pengingkaran terhadapnya sangat beralasan, karena kandungan tulisannya adalah kebodohan dan menipu siapa yang membaca bukunya, juga karena dia telah menyia-nyiakan usianya untuk sesuatu yang tidak dikuasainya dengan baik dan meninggalkan lahan yang dikuasainya yang lebih patut baginya untuk diterjunnya.

(Diterjemahkan dari Kitab Tadzkirotussaami wal mutakallim fi Adabil 'Alim Wal Muta'allim Karya Imam Al Qodhi Ibnu Jama'ah)

Barakallahu fikum 
_________

0 Komentar