Menyiapkan Diri dan Niatnya untuk Duduk di Majelis Mengajar


Materi 1(Menyiapkan Diri dan Niatnya untuk Duduk di Majelis Mengajar)

TENTANG ADAB ADAB ULAMA TERHADAP DIRINYA KETIKA BERSAMA PARA MURIDNYA DAN DALAM KAJIANNYA

Terdapat tiga pasal:

PASAL KEDUA : TENTANG ADAB-ADAB ULAMA DALAM KAJIANNYA

ADAB PERTAMA: Menyiapkan Diri dan Niatnya untuk Duduk di Majelis Mengajar

    Jika bertekad untuk duduk di majelis mengajar, maka dia bersuci dari hadats dan najis, membersihkan diri dan memakai wewangian, memakai pakaiannya yang terbaik yang patut di kalangan masyarakatnya, tujuannya adalah menghormati ilmu dan menghargai syariat.

     Jika orang-orang datang kepada Malik untuk mendengar hadits, dia mandi, memakai wewangian dan pakaian yang bagus, meletakkan kain selempangnya di atas kepalanya, kemudian duduk di tempat khusus yang tinggi, tempat tersebut diasapi dengan kayu harum sampai selesai. Dia berkata, 
أحب أن أعظم حديث رسول الله صلى الله عليه وسلم
"Aku ingin memuliakan hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam."

     Kemudian dia shalat istikharah dua rakaat jika waktu tersebut bukan waktu yang dilarang untuk shalat.
     Hendaknya dia berniat menyebarkan dan mengajarkan ilmu, menebarkan faidah-faidah syar'iyah, menyampaikan hukum-hukum Allah Ta'ala yang diamanatkan kepadanya dan dia diperintahkan untuk menjelaskannya, menambah ilmu, memperlihatkan kebenaran dan kesiapan untuk kembali kepada kebenaran, berkumpul dalam dzikrullah, mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya, kaum Muslimin, dan mendoakan generasi as-Salaf yang shalih.

(Diterjemahkan dari Kitab Tadzkirotussaami wal mutakallim fi Adabil 'Alim Wal Muta'allim Karya Imam Al Qodhi Ibnu Jama'ah)

Barakallahu fikum 

0 Komentar