Materi 9 (Menyucikan Batin dan Lahir dari Akhlak-Akhlak Tercela dan Mengisinya Dengan Akhlak-Akhlak Terpuji)
(Bagian 2)
TENTANG ADAB ADAB ULAMA TERHADAP DIRINYA KETIKA BERSAMA PARA MURIDNYA DAN DALAM KAJIANNYA
Terdapat tiga pasal:
PASAL PERTAMA: TENTANG ADAB ADAB ULAMA TERHADAP DIRINYA
ADAB KESEMBILAN: Menyucikan Batin dan Lahir dari Akhlak-Akhlak Tercela dan Mengisinya Dengan Akhlak-Akhlak Terpuji
Di antara obat hasad, yaitu menyadari bahwa hasad merupakan sanggahan terhadap Allah dlam hikmah Nya yang menuntut pengkhususan pihak yang di hasadi dengan sebuah nikmat, sebagaimana seorang penyair Arab berkata,
فان تغضبوا من قسمة الله بيننا فلله اذ لم يرضكم كان أبصرا
Jika kalian marah terhadap pembagian Allah diantara kita
Maka sungguh Allah lebih baik mengetahui manakala Dia tidak membuat kalian rela.
Di samping itu, hasad hanya mendatangkan kegelisahan, kelelahan bagi hati dan penyiksaan baginya, dan semua itu tidak merugikan pihak yang dihasadi.
Diantara Obat Penyakit Ujub
Di antara obat ujub ialah mengingat bahwa ilmu, pemahaman, kekuatan pikirnya, kefasihan kata-katanya, dan nikmat-nikmat lainnya merupakan karunia Allah kepadanya dan amanat Nya padanya agar dia menjaganya dengan sebaik-baiknya, bahwa Allah yang memberinya kuasa untuk mencabutnya darinya dalam sekejap mata sebagaimana Allah mencabut apa yang Dia ajarkan kepada Bal'am dalam sekejap mata, dan hal itu bukan sesuatu yang sulit bagi Allah,
﴿أَفَأَمِنُواْ مَكۡرَ ٱللَّهِۚ ٩٩﴾
"Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)?" (Al-A'raf: 99)
Diantara Obat Penyakit Riya'
Di antara obata riya' ialah menyadari bahwa seluruh makhluk tidak kuasa memberinya manfaat selama Allah tidak menetapkan nya untuknya, dan mereka juga tidak kuasa menimpakan mudharat kepadanya selama Allah tidak menakdirkannya baginya, lalu mengapa dia membatalkan amalnya, merugikan agamanya, dan menyibukkan dirinya dengan memerhatikan siapa yang sejatinya tidak bisa mendatangkan manfaat dan mudharat baginya? Padahal Allah akan membongkar niatnya yang buruk dan hatinya yang busuk kepada manusia, sebagaimana dalam hadits shahih,
من سمع سمع الله به, و من راءى راءى الله به.
"Barangsiapa memperdengarkan (amalnya), maka Allah memperdengarkan (keburukan)nya, barangsiapa memperlihatkan (amalnya) maka Allah memperlihatkan (keburukan)nya,"
Diantara Obat Penyakit Merendahkan Manusia
Di antara obat dari merendahkan manusia ialah merenungkan Firman Allah,
﴿ لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٞ مِّن قَوۡمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُواْ خَيۡرٗا مِّنۡهُمۡ ١١﴾
"Janganlah suatu kaum meng olok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)." (Al-Hujurat: 11)
Firman Allah,
﴿ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ ١٣﴾
"Sesumgguhnya Kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa." (Al-Hujurat: 13)
Firman Allah,
﴿ فَلَا تُزَكُّوٓاْ أَنفُسَكُمۡۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ ٣٢﴾
"Maka janganlah kalian menganggap diri kalian suci, Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa" (An-Najm: 32)
Tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang dihina lebih bersih hatinya di sisi Allah, lebih mulia amalnya, dan lebih ikhlas niatnya, sebagaimana dikatakan,
ان الله أخفى ثلاثة في ثلاثة : وليه في عباده, ورضاه في طعاته, وغضبه في معاصيه.
"Sesungguhnya Allah menyembunyikan tiga perkara dalam tiga perkara : Menyembunyikan wali Nya di antara hamba-hamba Nya, Menyembunyikan ridha Nya di dalam ketaatan kepada Nya, dan Menyembunyikan murka Nya dalam kemaksiatan-kemaksiatan terhadap Nya."
Di antara akhlak-akhlak yang terpuji; selalu bertaubat kepada Allah, ikhlas, yakin, takwa, sabar, ridha, qana'ah, zuhud, tawakal dan menyerahkan urusan kepada Allah, kebersihan batin, baik sangka, memaafkan, perilaku yang baik, mengakui kebaikan, bersyukur atas nikmat, mengasihi makhluk Allah, malu kepada Allah dan manusia.
Mencintai Allah merupakan pokok utama yang menyatukan segala sifat-sifat terpuji, dan hal itu hanya terealisasi dengan mengikuti Rasulullah,
﴿قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ ٣١﴾
"Katakanlah (Wahai Rasul), 'Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian'." (Ali-Imran: 31)
(Diterjemahkan dari Kitab Tadzkirotussaami wal mutakallim fi Adabil 'Alim Wal Muta'allim Karya Imam Al Qodhi Ibnu Jama'ah)
Barakallahu fikum

0 Komentar